Dorong Pemkab Percepat Relokasi Warga Long Ayap

KLIK BORNEO – BERAU. Anggota DPRD Berau, Agus Uriansyah meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk mempercepat pelaksanaan relokasi rumah warga terdampak banjir di Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah, beberapa waktu lalu.

Percepatan pembangunan perlu dilakukan mengingat kondisi rumah yang layak dan aman dari banjir sangat dibutuhkan masyarakat terdampak. Apalagi hujan belakangan yang menyebabkan banjir di mana-mana sangat meresahkan.

“Kita lihat di kota saja hujan sedikit, banjir sudah di mana-mana. Apalagi seperti Long Ayap yang di tepi sungai,” ungkapnya.

Diakuinya, tahun ini Pemkab Berau memang telah menyiapkan anggaran Rp5 miliar untuk penanganan bertahap terhadap rencana relokasi tersebut. Karena itu, realisasi fisik harus sudah mulai berjalan.

“Jadi jangan tunggu terlalu lama. Kalau anggaran sudah tersedia, perencanaan sudah matang, lahan sudah siap, fisiknya jangan ditunda,” jelasnya.

Untuk diketahui, Pemkab Berau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) memastikan telah menyiapkan anggaran sejumlah Rp5 miliar lebih untuk pembangunan kembali rumah warga terdampak banjir di Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Disperkim Berau, Juli Mahendra menegaskan jumlah anggaran yang berasal dari APBD Murni tersebut disiapkan hanya untuk pembangunan 37 unit rumah dari total keseluruhan 76 kepala keluarga (KK) terdampak.

“Tapi harapan kami, sisanya yang 39 itu dapat selesai di tahun yang sama ini,” ujar kepada Klikborneo.com, Jumat (30/1/2026) silam.

Disampaikannya, sesuai rencana semua rumah warga yang terdampak banjir tersebut akan direlokasi dan dibangun di lokasi yang baru. Rencana relokasi akan dilakukan setelah persiapan lahan sudah siap.

“Sejauh ini sudah tahap pengukuran tanah oleh Bagian Aset untuk lahan relokasi rumah tersebut,” terangnya.

“Nanti total keseluruhan lahannya fix setelah pengukuran selesai oleh Bagian Aset,” sambungnya.

Lahan yang sedang dalam tahapan pengukuran tersebut, lanjutnya, merupakan hibah atau bantuan dari warga Long Ayap sendiri kepada pemerintah daerah. Lokasinya juga tidak dekat dengan sungai.

“Kita berterima kasih karena pemerintah tidak perlu keluarkan uang untuk lahan. Tapi ketika rumahnya sudah jadi, lahan itu akan dihibahkan kembali oleh pemerintah kepada warga,” terangnya.

Terkait rencana pembangunan dan relokasi, Juli menegaskan rumah yang dibangun berukuran sama dengan tipe 36. Pengerjaannya sendiri ditargetkan mulai terlaksana setelah Bulan Puasa.

“Pengerjaannya nanti menggunakan sistem lelang,” tandasnya. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT