Kebakaran Permukiman Masih Tinggi, Banyak Hidran Tak Berfungsi

KLIK BORNEO – BERAU. Jumlah kasus kebakaran permukiman yang terjadi di Kabupaten Berau sepanjang tahun 2025 masih tergolong tinggi, mencapai 50 kasus. Wilayah perkotaan seperti Milono bahkan tercatat sebagai salah satu titik rawan kebakaran terjadi berulang.

Ironisnya, di tengah banyak kebakaran yang melanda, beberapa fasilitas pendukung mengatasi kebakaran belum berfungsi maksimal. Salah satunya yakni hidran. Beberapa hidran yang dibangun di beberapa titik di wilayah perkotaan bahkan diketahui tidak berfungsi.

Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhdi mengakui bahwa beberapa hidran di wilayah perkotaan Berau tidak berfungsi lantaran tidak terkoneksi dengan jaringan air dari Perumda Air Minum Batiwakkal.

“Kita sudah punya beberapa hidran yang tidak berfungsi karena tidak terkoneksi dengan PDAM,” ungkapnya.

Disampaikannya, untuk mengatasi permasalahan hidran itu pihaknya harus terlebih dahulu merampungkan Rencana Induk Sistem Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (RISPKP).

“Supaya semua hidran itu tekoneksi dengan PDAM,” jelasnya.

Selain membangun konektivitas sistem penanggulangan kebakaran, termasuk hidran, RISPKP juga mesti dikebut sebagai persiapan untuk memisahkan Damkar dari BPBP. Agar berdiri sebagai instansi yang mandiri dan efektif menangani masalah kebakaran.

“Sebenarnya Dinas Damkar ini sudah ada organisasinya, sudah ada pemisahan anggarannya tetapi belum sepenuhnya terpisah dari BPBD,” terangnya.

Selain fasilitas pemadam dan sistem penanggulangan yang tengah dipersiapkan, Masyhadi menegaskan pihaknya selalu berupaya agar kebakaran itu terus ditekan. Segala pola penanganan yang telah dilaksanakan selama ini juga akan terus dimaksimalkan.

Pelatihan bahkan pembekalan untuk peserta didik di sekolah-sekolah terkait penanggulangan kebakaran juga masih menjadi agenda rutin. Termasuk pelatihan alat pemadam kebakaran api ringan (APAR) untuk warga yang terlaksana secara gratis.

“Kalau untuk respon time kami masih cepat yakni 15 menit setelah laporan. Tapi Tanjung Redeb biasanya 5 menit setelah laporan kami sudah sampai lokasi. Daerah Bedungun mungkin agak lambat,” tandasnya. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT