BPBD Kutim Siapkan Strategi Kesiapsiagaan 2026, Perkuat Koordinasi dan Kluster Penanganan Bencana

KLIK BORNEO – SANGATTA. Dalam menghadapi potensi bencana yang meningkat seiring perubahan cuaca ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat kesiapsiagaan di lapangan.

Melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik, lembaga ini menyiapkan berbagai langkah strategis yang tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga sistematis dan berkelanjutan hingga tahun 2026 mendatang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, S.E., M.Si., mengatakan bahwa sejumlah kegiatan utama telah menjadi prioritas lembaganya dalam upaya memperkuat penanganan bencana di daerah.

Kegiatan tersebut meliputi operasi pencarian dan pertolongan bagi masyarakat yang mengalami musibah, kesiapan logistik darurat, serta patroli rutin ke daerah rawan bencana untuk memantau kondisi terkini.

“Kami tetap menjalankan tiga kegiatan wajib ini, pencarian dan pertolongan, kesiapan logistik, serta patroli respon cepat. Semua dilakukan untuk memastikan tidak ada keterlambatan ketika bencana terjadi,” jelasnya, melalui sambungan telpon, Kamis (13/11/2025).

Selain kegiatan utama, BPBD Kutim juga berfokus pada penguatan sistem pelaporan darurat atau push-down log, yang memungkinkan setiap informasi bencana dari masyarakat, media, hingga relawan diterima dan diolah lebih cepat.

Sistem ini akan menjadi dasar bagi pengambilan keputusan, baik di tingkat teknis maupun pimpinan daerah. Dengan begitu, setiap langkah penanganan bisa lebih terarah dan efisien. Tahun 2026, BPBD Kutim juga menargetkan penerapan sistem kluster penanganan bencana secara bertahap.

Kluster ini dibentuk untuk mengelompokkan berbagai sektor penting seperti logistik, pendidikan, pencarian dan pertolongan, serta infrastruktur. Melalui mekanisme tersebut, masing-masing instansi atau mitra akan memiliki peran yang jelas dalam menghadapi bencana, sehingga proses koordinasi dapat berjalan lebih cepat.

Selain memperkuat struktur internal, BPBD juga akan melibatkan berbagai instansi dalam penguatan Tim Reaksi Cepat (TRC) Multisektor). Tim ini akan melakukan kaji cepat terhadap dampak bencana di berbagai sektor, mulai dari fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga sarana umum.

Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan serentak dan terkoordinasi. “Kolaborasi menjadi kunci utama dalam penanganan bencana berskala besar. Karena itu, kami libatkan dinas-dinas teknis agar data dan tindakan di lapangan bisa sejalan,” ujar Naim.

Meski terdapat kendala di bidang anggaran akibat rasionalisasi, BPBD Kutim memastikan seluruh program wajib tetap terlaksana. Pihaknya akan mengoptimalkan sumber daya yang ada dengan memperkuat koordinasi lintas sektor serta memperluas jaringan kerja sama, baik dengan lembaga pemerintah maupun swasta.

“Upaya ini menjadi bagian dari komitmen BPBD Kutim untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang adaptif dan berkelanjutan,” pungkasnya. Dengan peningkatan kapasitas personel, dukungan logistik, dan sistem kerja terpadu, Kutim diharapkan semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana di masa mendatang.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT