Siaga Sejak Dini, BPBD Kutim Fokuskan Edukasi di Titik Rawan Bencana

KLIK BORNEO – SANGATTA. Menyadari ancaman bencana alam yang semakin beragam, BPBD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah-wilayah rawan.

Sosialisasi dilakukan secara rutin oleh tim pencegahan dan kesiapsiagaan untuk menanamkan kesadaran masyarakat agar lebih tanggap terhadap potensi bahaya di lingkungan mereka.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjadikan sosialisasi lapangan sebagai kegiatan berkelanjutan.

“Kami fokus turun ke masyarakat di kawasan rawan seperti bantaran sungai dan hutan. Sosialisasi ini penting agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana datang,” jelasnya, Jumat (14/11/2025).

Selain kegiatan patroli, BPBD Kutim juga rutin menggelar pelatihan bagi aparat kecamatan. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan dasar para petugas dalam merespons cepat bila terjadi banjir, kebakaran hutan, atau tanah longsor.

Naim menyebutkan, aparat kecamatan merupakan ujung tombak penanganan darurat di lapangan sebelum bantuan dari kabupaten diterjunkan.

“Kami memprioritaskan pelatihan untuk teman-teman di kecamatan karena mereka yang pertama kali berinteraksi dengan kondisi darurat di wilayahnya,” tambahnya.

Kegiatan pelatihan juga mencakup simulasi penanganan bencana yang melibatkan unsur masyarakat.

Walau masih terbatas, keterlibatan warga dalam simulasi dinilai mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menghadapi risiko bencana.

Menurut Naim, setiap kali bencana terjadi, BPBD Kutim selalu menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak dan penyaluran dilakukan secepat mungkin agar masyarakat bisa segera pulih dari dampak bencana.

“Memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak adalah kewajiban kami. Semua dilakukan dengan kemampuan yang ada, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.

BPBD Kutim berkomitmen menjaga semangat kesiapsiagaan ini agar masyarakat tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga mampu beradaptasi secara mandiri dalam menghadapi potensi bencana.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT