KLIK BORNEO – SANGATTA. Menjelang puncak musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperketat langkah mitigasi sekaligus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait potensi cuaca ekstrem. Prediksi BMKG menunjukkan puncak hujan berlangsung antara November 2025 hingga Februari 2026.
“Kami harus meningkatkan kesadaran publik sebelum risiko meningkat,” ujar Kepala BPBD Kutim, Sulastin, Senin (17/11/2025). BPBD menekankan pentingnya memahami sepuluh imbauan cuaca ekstrem, termasuk menjaga kebersihan saluran air, menghindari lokasi rawan tumbang, serta mematikan listrik ketika terjadi banjir.
Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mengikuti instruksi dari aparat di lapangan. BPBD menyoroti bahwa perubahan iklim memicu ketidakpastian cuaca, sehingga masyarakat perlu lebih aktif mengikuti informasi resmi.
Imbauan khusus juga diberikan kepada keluarga dengan anak kecil dan lansia agar selalu memastikan anggota keluarga tersebut berada di tempat yang aman. Sebagai bagian dari edukasi publik, BPBD menyebarkan konten imbauan melalui videotron di berbagai kecamatan.
“Penyebaran ini bertujuan meningkatkan visibilitas informasi agar lebih mudah dijangkau masyarakat,” tambahnya. Banner dan poster Peringatan Dini Bencana juga dipasang di fasilitas publik untuk memastikan pesan keselamatan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
BPBD Kutim terus berkoordinasi dengan dinas terkait, camat, dan aparat desa guna memperkuat langkah mitigasi di tingkat lokal. “Dengan edukasi yang tepat, masyarakat bisa lebih siap dan tidak mudah panik,” tutupnya.
Dengan keseluruhan langkah tersebut, BPBD mengajak masyarakat bersama-sama membangun budaya sadar bencana guna meminimalkan dampak cuaca ekstrem.(ADV)