KLIK BORNEO – SANGATTA. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur meminta sekolah-sekolah untuk mengatur penggunaan internet secara lebih terstruktur menyusul kebijakan baru Starlink yang mulai diterapkan akhir tahun ini.
Perubahan kebijakan membuat seluruh data internet diatur dalam periode bulanan yang tidak dapat dibawa ke bulan berikutnya.
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, mengatakan bahwa perubahan sistem ini menuntut sekolah memiliki perencanaan penggunaan yang jelas.
“Sekolah harus lebih terstruktur dalam mengatur pemakaian. Tanpa pola yang jelas, pemanfaatannya tidak akan efektif,” ujar Ronny, Jumat (21/11/2025).
Ia menuturkan bahwa pembagian akses internet berdasarkan prioritas menjadi langkah penting untuk memastikan data terpakai sesuai kebutuhan.
Pembelajaran daring, administrasi, dan kegiatan internal harus menjadi fokus utama.
Ronny juga menekankan pentingnya membatasi akses yang tidak berhubungan dengan kegiatan akademik. Penggunaan internet yang tidak diarahkan sering kali menghabiskan sebagian besar data tanpa memberi dampak positif pada proses belajar.
“Kami ingin sekolah benar-benar menyusun struktur penggunaan. Ini sangat menentukan agar data tidak terpakai untuk hal yang tidak penting,” tegasnya.
Pemkab Kutim menyediakan dukungan teknis untuk membantu sekolah menerapkan struktur penggunaan tersebut.
Pendampingan dilakukan guna memastikan sekolah dapat beradaptasi dengan sistem reset bulanan yang diberlakukan.
“Dengan penerapan struktur yang matang, pemerintah berharap seluruh sekolah dapat memanfaatkan akses internet secara optimal untuk mendukung kegiatan pembelajaran,” pungkasnya.(ADV)