KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong agar hasil tangkap nelayan terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Karena itu, berbagai upaya untuk memaksimalkannya akan terus diperjuangkan.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat sektor perikanan dan kelautan sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Mengingat Berau memiliki potensi yang besar di sektor tersebut.
“Ini adalah keberkahan besar yang harus kita syukuri. Potensi ini wajib dikelola secara bijak demi keberlanjutan sumber daya perikanan bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Disampaikannya, produktivitas perikanan laut Berau ditargetkan mencapai 35 ribu ton per tahun. Dari total itu, 9 ribu berasal dari perairan umum dan danau (PUD) serta 32 ribu ton dari sektor budidaya.
“Kekayaan perikanan Berau tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan, tetapi juga peluang ekonomi strategis yang harus terus diperkuat,” jelasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perikanan (Diskan) Berau Yunda Zuliarsih menjelaskan total produksi ikan pada semester 1 tahun 2025 telah mencapai 17.462,93 ton. Jumlah itu lebih besar dari capaian yang diperoleh pada semester yang sama tahun 2024 lalu sebesar 13.097,59 ton.
Dari keseluruhan total produksi semester 1 tahun 2025 itu, perikanan tangkap baik laut maupun perikanan umum dan danau (PUD) berkontribusi pada total produksi sekitar 9.772,79 ton. Sedangkan perikanan budidaya dan pengolahan, masing-masing menyumbang 1.490,76 ton dan 1.834,04 ton.
Tak hanya total produksi yang meningkat. Catatan ekspor ikan ke luar negeri juga melambung. Hingga akhir tahun 2024 lalu, jumlah ikan yang diekspor hanya mencapai 4,6 ton. Tiga negara menjadi sasaran ekspor, yakni Kuala Lumpur, Singapura dan Shanghai.
Berbeda dari tahun 2024, hingga pekan keempat Juli 2025, ikan yang diekspor telah mencapai 33,9 ton. Jumlah negara yang dituju juga bertambah. Thailand mencatatkan namanya sebagai negara tujuan baru setelah Kuala Lumpur, Singapura, dan Shanghai.
“Semoga komoditi perikanan mampu menyumbang PAD bagi Pemkab Berau terutama yang melalui Bandara Kalimarau. Karena selama ini, komoditi perikanan khususnya yang melalui bandara tidak ada untuk PAD,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi