Prioritaskan Lingkungan dalam Ekspansi Pertanian

KLIK BORNEO – BERAU. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau memberikan apresiasi atas visi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau yang mulai serius melakukan transformasi ekonomi, beralih dari ketergantungan pada sektor pertambangan menuju penguatan sektor pertanian dan perkebunan. Namun, bersamaan dengan dukungan tersebut, anggota DPRD Berau, Elita Herlina, menegaskan bahwa upaya pengembangan ekonomi ini wajib berjalan beriringan dengan komitmen kuat menjaga kelestarian lingkungan.

Elita Herlina menekankan bahwa percepatan pembangunan ekonomi tidak boleh menempatkan kelestarian alam sebagai korban. Kelestarian lingkungan adalah aset fundamental yang menopang kehidupan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Berau.

“Kami menyambut baik transisi ekonomi menuju pertanian, tetapi kami mengingatkan Pemkab Berau untuk memastikan setiap kebijakan ekspansi tidak akan merusak ekosistem yang sudah ada,” ujar Elita, menyuarakan harapannya agar keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan perlindungan alam tetap terjaga.

Peringatan ini sangat beralasan, mengingat bencana banjir besar yang sempat melanda Berau menjadi alarm penting bagi semua pihak. Meskipun program pelestarian Hutan Sanggam telah mencapai kemajuan signifikan, upaya perlindungan ini harus menjadi prioritas berkelanjutan. Hutan adalah benteng alami terpenting dalam mencegah bencana hidrometeorologi.

“Pengembangan sektor apa pun harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap daya dukung lingkungan. Kita tidak boleh kehilangan tutupan hutan hijau yang berfungsi vital sebagai pencegah utama bencana banjir besar,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Elita Herlina menyoroti ekspansi perkebunan kelapa sawit yang kian meluas. Ia mengakui nilai ekonominya, namun secara ekologis, ia menilai sawit tidak dapat menggantikan peran krusial dari hutan alam. Struktur tegakan pohon sawit berbeda dengan pepohonan hutan tropis yang memiliki kanopi berlapis dan akar yang kuat menahan air.

“Kawasan hutan alam kita harus dipertahankan. Daripada terus menambah lahan sawit, alangkah baiknya kita fokus mencari terobosan dan alternatif usaha yang secara ekologis lebih aman dan tidak mengancam keutuhan kawasan hijau,” tambahnya.

Sebagai solusi diversifikasi, Elita menyebutkan potensi besar komoditas jagung. Namun, ia memberikan catatan penting bahwa pengembangan jagung harus dilakukan melalui kajian komprehensif. Perlu dipikirkan sistem panen dan distribusi yang teratur agar saat terjadi panen raya, suplai yang melimpah tidak serta merta menjatuhkan harga jual, sehingga petani tidak mengalami kerugian.

Pesan kunci dari DPRD Berau sangat jelas: kemakmuran harus diwujudkan tanpa mengorbankan masa depan lingkungan. Pembangunan yang berkelanjutan adalah satu-satunya jalan menuju kemajuan Berau yang sejati. (Adv)

Penulis :Yoakim Elton SW

Editor   : Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT