KLIK BORNEO – SANGATTA. Keberhasilan pelaku UMKM di Kecamatan Kaliorang dalam mengolah pisang menjadi produk bernilai tinggi menjadi bukti bahwa inovasi dapat mengubah komoditas sederhana menjadi peluang ekonomi besar.
Pisang kepok gerecek yang semula hanya dipasarkan sebagai buah segar kini berkembang menjadi beragam produk siap konsumsi.
Melalui teknik pengolahan yang higienis dan penggunaan oven khusus, pelaku UMKM mampu menghasilkan produk olahan pisang tanpa bahan pengawet maupun minyak.
Hal tersebut membuat aroma dan rasa pisang tetap alami, sekaligus mempertahankan kualitas pangan.
Camat Kaliorang H. Rusnomo mengapresiasi ketekunan pelaku UMKM yang terus berinovasi dari waktu ke waktu.
“UMKM kita menunjukkan bahwa inovasi adalah kunci. Dari produk sederhana, pisang kini menjadi produk bernilai dan banyak dicari masyarakat,” ujar Rusnomo.
Ia menegaskan bahwa inovasi memberikan identitas pada produk, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.
Inovasi yang dilakukan juga mencakup diversifikasi rasa, penyesuaian kemasan, dan penerapan standar keamanan pangan.
Pelaku UMKM di Kaliorang bahkan telah menargetkan pengembangan varian baru untuk memperkuat daya tarik pasar.
“Jika pelaku usaha terus berinovasi, maka nilai komoditas meningkat dan pendapatan warga ikut naik, itu dampak ekonomi yang langsung dirasakan,” jelasnya.
Dengan terus berlanjutnya inovasi, pelaku UMKM memperoleh kepercayaan masyarakat dan loyalitas pasar.
Pemerintah kecamatan memastikan akan mendukung akses pelatihan agar pelaku usaha dapat meningkatkan teknologi produksi dan digital marketing.
Pemerintah berharap inovasi yang terus menguat dapat menjaga keunikan produk pisang Kaliorang di tengah persaingan pasar, sekaligus menjadikan sektor UMKM semakin stabil sebagai penggerak ekonomi daerah.(ADV)