Dinas Pariwisata Tegaskan Empat Subsektor Ekonomi Kreatif Jadi Unggulan Penggerak Ekonomi Kutim

KLIK BORNEO – SANGATTA. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pariwisata Kutim menempatkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2025. Melalui berbagai program pengembangan, pemerintah daerah mulai memetakan subsektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi terbesar untuk dikembangkan secara lebih serius dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, mengungkapkan bahwa dari total 17 subsektor ekonomi kreatif yang ada, terdapat empat subsektor yang dinilai paling unggul dan memiliki daya dorong kuat terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif Kutim.

Keempat subsektor tersebut yaitu kuliner, Fashion, kriya, dan seni pertunjukan.

“Melihat perkembangan pelaku usaha dan minat masyarakat, empat subsektor ini menjadi yang paling potensial dan harus mendapatkan perhatian serta pembinaan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Nurullah, subsektor kuliner menempati posisi teratas sebagai penggerak ekonomi kreatif karena berkembang secara masif dan memiliki pasar paling luas.

Ratusan pelaku usaha kuliner penduduk lokal mampu menciptakan inovasi menu dan produk yang tidak hanya dipasarkan secara konvensional, tetapi juga memanfaatkan e-commerce.

Sementara itu, subsektor Fashion juga mencatat pertumbuhan signifikan dengan banyaknya pelaku yang memproduksi pakaian, aksesori, dan produk Fashion berbahan lokal.

Subsektor kriya turut masuk dalam daftar unggulan dengan karakter kuat pada kerajinan tangan berbahan kayu, rotan, kain, dan produk rumahan bernilai seni.

Produk kriya menjadi salah satu primadona bagi wisatawan karena menyimpan unsur keaslian daerah.

Dinas Pariwisata menilai subsektor ini memiliki peluang besar masuk ke pasar cinderamata pariwisata dan bahkan ekspor jika pengembangan dan pembinaan dilakukan secara sistematis.

Selain itu, subsektor seni pertunjukan juga menempati posisi penting karena Kutim memiliki banyak talenta seni, baik tari, musik, maupun teater.

Seni pertunjukan dinilai bukan hanya bagian dari pelestarian budaya, namun juga menjadi magnet untuk menarik kunjungan wisatawan selama penyelenggaraan festival dan event daerah.

Nurullah menegaskan bahwa keempat subsektor unggulan ini akan mendapat prioritas dalam program pembinaan dan pengembangan ke depan.

Dinas Pariwisata memandang penting memberikan pelatihan, promosi, fasilitasi pemasaran digital, serta kolaborasi dengan sektor pariwisata untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki para pelaku kreatif.

“Kita ingin pelaku ekonomi kreatif di Kutim tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang lebih luas dan memberi dampak nyata terhadap ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga berharap agar penguatan subsektor ekonomi kreatif akan membuka banyak kesempatan kerja baru sekaligus meningkatkan pendapatan daerah melalui aktivitas kreatif masyarakat.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT