Kutim Tetapkan Lima Destinasi Prioritas Rehabilitasi, Fasilitas Wisata Ditingkatkan untuk Perkuat Daya Tarik Daerah

KLIK BORNEO – SANGATTA. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menetapkan lima destinasi wisata yang masuk dalam prioritas rehabilitasi guna meningkatkan kenyamanan dan daya saing pariwisata daerah. Program ini dilakukan melalui penataan fasilitas, peningkatan infrastruktur pendukung, dan penguatan pelayanan destinasi demi menciptakan pengalaman wisata yang lebih baik bagi pengunjung.

Destinasi yang menjadi sasaran rehabilitasi ialah Pulau Miang, Pantai Marang, Teluk Lombok, Teluk Perancis, dan Wisata Sukamaju.

Kelima destinasi tersebut dinilai memiliki daya tarik besar dan kontribusi signifikan terhadap arus wisatawan, sehingga peningkatan fasilitas dinilai penting untuk menjaga dan memperluas minat kunjungan wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, menyampaikan bahwa rehabilitasi destinasi dilakukan agar wisata bukan hanya indah dilihat tetapi juga nyaman dikunjungi.

“Kita ingin destinasi wisata yang sudah diminati masyarakat menjadi jauh lebih nyaman, aman, dan siap menerima kunjungan dalam jumlah lebih besar,” ujar Nurullah.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan fasilitas meliputi pembangunan gazebo, toilet, area istirahat, akses jalan, pujasera, hingga ruang untuk pelaku usaha lokal.

Dengan fasilitas yang memadai, wisatawan diharapkan dapat menghabiskan waktu lebih lama di destinasi sehingga memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar.

Setiap destinasi memiliki pendekatan rehabilitasi yang berbeda sesuai karakteristiknya.

Pulau Miang menjadi prioritas utama karena mengalami lonjakan pengunjung signifikan dalam dua tahun terakhir, terutama wisatawan yang tertarik pada wisata bahari.

Pantai Marang dan Teluk Perancis fokus pada perbaikan estetika kawasan dan fasilitas rekreasi agar lebih ramah keluarga.

Di sisi lain, Teluk Lombok tetap masuk daftar prioritas, namun strategi promosinya berlangsung lebih hati-hati akibat isu keberadaan buaya yang memengaruhi tingkat kunjungan.

Pemerintah fokus terlebih dahulu pada penataan keamanan destinasi dan edukasi publik sebelum melakukan promosi wisata secara agresif.

Menurut Nurullah, rehabilitasi ini diharapkan menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya siar pariwisata Kutai Timur baik secara regional maupun nasional.

“Kalau fasilitasnya lengkap dan kenyamanannya terjamin, wisatawan akan datang kembali dan membawa wisatawan lain. Itu yang ingin kita capai,” tegasnya.

Dinas Pariwisata menargetkan rehabilitasi destinasi wisata dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat, sekaligus memperkuat citra Kutim sebagai daerah dengan destinasi wisata berkualitas.

Pemerintah optimistis perbaikan fasilitas dan tata kelola destinasi akan menjadi pendorong kuat pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT