Keterbatasan Dana Cadangan, Kutim Siapkan Pola Alternatif untuk Salurkan Bantuan ke Sumatera

KLIK BORNEO – SANGATTA. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan terus memantau perkembangan pascabencana di wilayah Sumatera. Meski memiliki komitmen untuk memberikan dukungan kemanusiaan, Pemkab Kutim mengakui bahwa mekanisme bantuan masih dalam tahap kajian lantaran anggaran cadangan pemerintah daerah saat ini tidak tersedia.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa imbauan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait prosedur dan penyaluran bantuan antardaerah harus dijadikan acuan utama.

Oleh karena itu, Pemkab tidak ingin terburu-buru memberikan keputusan sebelum memastikan seluruh aspek regulasi dan anggaran berjalan sesuai ketentuan.

“Bencana di Sumatera tentu menjadi perhatian kita semua, tetapi dalam hal kebijakan bantuan pemerintah harus memperhatikan regulasi dari Kemendagri serta situasi ketersediaan anggaran, saat ini dana cadangan belum ada sehingga perlu kita kaji dengan cermat,” ujar Ardiansyah.

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Kutim menilai pola alternatif menjadi solusi paling memungkinkan. Salah satunya adalah melalui penggalangan dana atau aksi solidaritas berbasis kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutim.

Bupati Ardiansyah mencontohkan pola serupa yang telah dilakukan Kutim pada bencana besar di Padang tahun 2010. Saat itu dukungan bagi masyarakat terdampak berhasil dihimpun melalui partisipasi sejumlah perusahaan dan disalurkan langsung secara kolektif.

“Dulu saat bencana di Padang tahun 2010, kita menggalang dana dari perusahaan-perusahaan dan saya sendiri yang mengantarkannya. Model seperti itu memungkinkan kita untuk bergerak cepat tanpa harus mengandalkan dana APBD yang terbatas,” tegasnya.

Saat ini, pemerintah tengah membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk forum CSR (Corporate Social Responsibility) agar bila pola penggalangan dana kembali diterapkan, mekanisme penyalurannya tetap terkoordinasi dan tepat sasaran.

Pemkab juga mencatat sejumlah perusahaan telah mulai melakukan pengumpulan donasi secara mandiri. Bupati memastikan Pemkab Kutim tidak akan lepas tangan serta menegaskan bahwa bentuk bantuan akan tetap diarahkan, hanya saja format penyaluran harus menyesuaikan regulasi dan kondisi anggaran daerah.

Dengan langkah ini, Kutim berharap dapat tetap menunjukkan solidaritas antardaerah dan mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatera, tanpa mengabaikan perencanaan pembangunan dan kebutuhan anggaran daerah yang sedang berjalan.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT