KLIK BORNEO – SANGATTA. Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup 2025 resmi dibuka di GOR Kabo Sport pada Senin (1/12/25), turnamen tahunan bergengsi ini yang diikuti dari 338 atlet dari berbagai kategori usia. Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada PBSI Kutim dan seluruh pihak yang terlibat hingga kejuaraan dapat terlaksana dengan sukses.
Menurutnya, turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bentuk nyata keseriusan pemerintah dalam membina prestasi olahraga daerah, khususnya cabang bulutangkis. Mahyunadi menegaskan bahwa mulai tahun ini pemerintah daerah mengambil sikap tegas untuk mengutamakan atlet lokal dalam berbagai kejuaraan resmi maupun nonresmi.
Ia menilai sudah saatnya Kutim mencetak juara dari lahannya sendiri tanpa ketergantungan atlet dari luar daerah.
“Ke depan kita ingin atlet Kutim menjadi tuan rumah di tanah sendiri, yang mengharumkan nama daerah haruslah putra-putri asli Kutai Timur,” tegas Mahyunadi di hadapan para peserta dan tamu undangan dalan sambutan.
Turnamen Bupati Cup juga menjadi ajang penting untuk mengukur pembinaan bulutangkis di tingkat klub, akademi, dan kecamatan. Pemerintah menilai kompetisi berjenjang akan memberikan ruang bertanding yang konsisten bagi atlet, sekaligus meningkatkan kualitas teknik, mental, dan daya saing.
Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memperbanyak turnamen di berbagai cabang olahraga sepanjang tahun 2025. Ketua PBSI Kutim, Daniel P Sebayang, mengatakan turnamen ini menjadi momentum untuk membangun regenerasi atlet daerah secara berkelanjutan.
Ia menilai animo peserta yang sangat besar menjadi bukti bulutangkis terus berkembang di Kutim.
“Prestasi lahir dari kompetisi, dengan turnamen rutin seperti Bupati Cup, kita terus menyiapkan atlet Kutim untuk bersaing di level provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujar Daniel.
Adapun kategori yang dipertandingkan meliputi usia dini, pemula, remaja, dewasa hingga ganda prestasi.
Selain aspek kompetisi, pemerintah daerah juga menekankan nilai sportivitas, disiplin, dan mental juara kepada seluruh peserta.
Mahyunadi berharap setiap pertandingan tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga membentuk karakter atlet muda Kutim.
Ia menegaskan kemenangan bukan satu-satunya tujuan, melainkan proses untuk terus berkembang.
Pemerintah daerah bersama PBSI kutim berharap kejuaraan ini bukan hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga lahirnya generasi baru atlet bulutangkis yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.(ADV)