KLIK BORNEO – BERAU. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meminta pihak RSUD Abdul Rivai untuk segera membuat sekat antara pasien yang satu dengan pasien yang lain di Ruang IGD Gedung Walet. Hal itu bertujuan untuk menjaga privasi pasien.
Sesuai pantauannya, hingga saat ini sekat antara pasien belum ada di RS pengembangan tersebut. Padahal, hal itu sudah menjadi SOP yang harus dipenuhi semua RS, termasuk RSUD Abdul Rivai.
“Di RS pengembangan, saya melihat tidak ada sekat itu. Semestinya ada sekat antara pasien yang satu dengan pasien yang lain,” ungkapnya.
“Tolong dipastikan di RS pengembangan itu ada sekat kain, tirai untuk memberi ruang privasi kepada pasien,” sambungnya, Senin (8/12/2025).
Tak hanya itu, Bupati Sri juga meminta agar salah satu ruangan yang terletak di belakang IGD Gedung Walet dapat dimanfaatkan juga sebagai IGD. Apalagi saat ini ruangan itu hanya dipakai untuk menumpuk tempat tidur.
“IGD kita hanya itu saja untuk saat ini. Ruangan itu saya minta dipakai untuk IGD juga. Saya akan cek ke sana,” tegasnya.
Untuk diketahui, pihak RSUD Abdul Rivai memastikan pengadaan tirai untuk sekat antara pasien masih dalam proses pembelian. Lebih dari itu, ruangan belakang bertumpuknya tempat tidur itu akan dibereskan apabila pekerjaan lantai atas Gedung Walet sudah rampung.
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi