KLIK BORNEO – BERAU. Jumlah kunjungan wisatawan baik mancanegara (wisman) maupun domestik atau nusantara (wisnus) di Kabupaten Berau dipastikan mengalami peningkatan selama 5 tahun terakhir. Namun, pendataannya masih menyisahkan problem yang harus dievalusi terus menerus.
Kepala Bidang Bina Usaha Jasa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nurjatiah menjelaskan sesuai data yang ada di Disbudpar Berau, jumlah kunjungan wisman dan wisman pada tahun 2025 lalu menjadi yang tertinggi sejak tahun 2020 yakni mencapai 782.266 kunjungan.
“Dari jumlah itu ada 5.346 wisman dan 776.920 wisnus,” ungkapnya kepada Klikborneo.com.
Secara rinci, lanjutnya, jumlah kunjungan wisatawan tersebut mengalami peningkatan setiap tahunnya selama 5 tahun terakhir setelah mengalami penurunan pada 2020 lalu, dengan total kunjungan hanya mencapai 127.396 orang, meliputi 220 wisman dan 127.176 wisnus.
Pada tahun 2021 jumlah kunjungan mencapai 141.483 orang. Jumlah itu selanjutnya mengalami peningkatan pada 2022 sebanyak 397.337 orang. Berikutnya, 2023 sejumlah 422.592 orang, 2024 sejumlah 557.214 orang dan 2025 menjadi yang tertinggi, 782.226 orang.
Meskipun terus meningkat, diakui Nurjatiah, pendataan kunjungan, khususnya yang ada di luar rekapan Disbudpar masih harus dirapikan. Pasalnya, setiap kegiatan pariwisata yang diselenggarakan penyelenggara atau event organizer (EO) belum dilengkapi dengan lampiran terkait jumlah kunjungan.
“Itulah yang sampai hari ini kami terus upayakan sosialisasi dan pendampingan kepada semua penyelenggara event yang ada di Kabupaten Berau,” jelasnya.
“Jika membuat event harus membuat laporan kunjungan kepada Disbudpar Kabupaten Berau,” terangnya.
Menurutnya, pendataan jumlah kunjungan wisatawan di Berau harus belajar dari mekanisme pendataan yang ditempuh Kota Balikpapan. Menurutnya, pendataan jumlah kunjungan di kota minyak itu jauh lebih teorganisir dan tertata.
“Makanya kita kalah dengan Balikpapan. Padahal jumlah kunjungan itu justru menunjukkan perkembangan pariwisata. Makanya penyelenggara akan ditertibkan melaporkan kunjungan,” tandasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi