Kota Tua Belum Dikelola Baik, Pembentukan Pokdarwis Masih Memicu Protes

KLIK BORNEO – BERAU. Destinasi wisata Kota Tua Teluk Bayur di Kabupaten Berau dinilai belum dikelola dengan baik hingga saat ini. Lantaran belum memiliki kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang aktif.

Permasalahan itu tentu harus segera dirampungkan mengingat pentingnya destinasi wisata yang telah direvitalisasi pada pada tahun 2025 lalu dengan anggaran mencapai Rp4 miliar.

Menanggapi permasalahan itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir mengaku sebenarnya sudah ada Pokdarwis yang dibentuk pihaknya untuk mengelola kawasan itu.

Pokdarwis yang dibentuk juga sudah mulai beroperasi bahkan membentuk kegiatan seperti “walking tour” di seputar kawasan. Namun, munculnya Pokdarwis itu memicu juga aksi protes dari pihak tertentu.

“Ada yang protes bahwa nggak bisa Pokdarwis yang kelola. Harus gabungan,” ungkapnya.

Untuk mengatasi masalah itu, Disbudpar Berau telah bersurat ke pihak kecamatan dan lurah Teluk Bayur untuk dapat membentuk sendiri kelompok pengelola, dengan menghimpun semua generasi muda yang ada.

“Karena kalau kami yang membentuk pengelolanya, pasti ada protes. Sehingga biar kami terima hasilnya. Intinya yang dibawa itu rukun dan damai,” jelasnya.

Samsiah berharap dengan adanya pengelola yang aktif, kehadiran Kota Tua Teluk Bayur dapat ditata dengan baik. Berikutnya, menjadi salah satu destinasi pilihan yang patut dikunjungi.

Apalagi, kehadiran destinasi wisata itu sudah menjadi bagian dari komitmen Pemkab Berau dalam merawat warisan dan nilai-nilai yang ditinggalkan para leluhur.

“Kita tidak boleh meninggalkan tradisi. Justru harus memastikan nilai-nilai budaya ini tetap hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya,” tandasnya. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT