KLIK BORNEO – BERAU. Usulan pemasangan 34 titik Base Transceiver Station (BTS) yang diajukan Diskominfo Berau sejak 2023 lalu ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), dipastikan belum terealisasi sepenuhnya hingga akhir tahun 2025.
Usulan itu kian mengalami ketidakpastian di tengah efisiensi anggaran yang terjadi tahun ini. Sebagai gantinya, Very Small Aperture Terminal (VSAT) yang lebih murah dan cepat dipasang masih menjadi pilihan.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi melalui Kepala Bidang (Kabid) Aplikasi dan Informatika Diskominfo Berau, Rahmatia menjelaskan kehadiran BTS sebenarnya menjadi solusi paling memungkinkan untuk membuka keterisolasian digital di Berau.
“Apalagi kita masih punya wilayah yang berstatus blank spot,” ungkapnya kepada Klikborneo.com.
Disampaikannya, pada 2024 silam sebenarnya sudah ada harapan dari Kemenkomdigi terkait usulan BTS itu. Kementerian terkait juga sudah meminta pemerintah daerah untuk membuat proposal pembangunan BTS secara mandiri untuk setiap kampung.
“Tapi itu belum semuanya berjalan juga. Hanya beberapa kampung yang jalan,” jelasnya.
Meskipun BTS berpotensi tak terealisasi, tambahnya, Pemkab Berau akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar masalah ketimpangan akses internet di Bumi Batiwakkal dapat diatasi segera mungkin.
“Tapi langkah darurat tetap VSAT sambil menunggu kepastian dari pemerintah pusat,” tandasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi