KLIK BORNEO – BERAU. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk dapat menyulap lahan eks tambang di sepanjang tepian jalan Teluk Bayur menuju Kampung Labanan menjadi wisata kuliner.
Tak main-main Sumadi juga mengusulkan agar destinasi wisata itu diberi nama “Kuliner Seribu Lubang.” Mengingat banyaknya bekas galian tambang yang ditemukan sepanjang jalan itu.
Disampaikannya, usulan itu menjadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan apabila upaya reklamasi belum dapat terealisasi dalam waktu dekat. Apalagi jika lahan itu dibiarkan tanpa pemanfaatan yang mendatangkan keuntungan bagi daerah.
“Ini mesti dipikirkan bersama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan legislatif,” ungkapnya.
Menurutnya lahan eks tambang yang diproyeksikan menjadi salah tempat wisata kuliner di Berau itu harus diibaratkan seperti “telur dari dubur ayam.”
Maksud Sumadi, walaupun destinasi wisata itu dibangun di atas lahan yang tidak layak pakai, tetapi masih bisa menghasilkan keuntungan, maka hasilnya tetap akan diterima banyak pihak.
“Beda dengan kotoran, sekalipun keluar dari presiden juga tidak akan disentuh orang,” jelasnya.
Sumadi berharap pemerintah daerah dapat merealisasikan usulan tersebut. Bahkan jika menolak, harus ada alternatif yang dipikirkan agar lubang bekas galian tambang itu tidak hanya menjadi momok yang merusak pemandangan, tanpa pernah mendatangkan keuntungan sekalipun. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi