KLIK BORNEO – BERAU. Rencana penggunaan Very Small Aperture Terminal (VSAT) sebagai pengganti Base Transceiver Station (BTS) untuk mengatasi masalah jaringan internet di Berau kembali menguat pasca usulan pengadaan BTS ke Kemenkomdigi belum juga terealisasi hingga 2025 lalu.
Sesuai data Diskominfo Berau, pada tahun 2023 lalu pemerintah daerah telah mengusulkan 34 BTS ke Kemenkomdigi untuk mengatasi keterisolasian digital di Berau. Namun usulan itu belum menemui titik terang hingga 2026.
Meskipun belum ada jawaban, Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto lebih memilih penggunaan BTS daripada VSAT. Lantaran BTS dinilai lebih ampuh untuk mengatasi masalah blank spot di Berau.
“Kalau saya tidak salah ingat, pemerintah pusat sudah pernah usulkan supaya pengajuan itu dilakukan oleh kampung untuk BTS ini,” ungkapnya.
“Tapi karena kampung-kampung yang blank spot ini belum semua buat proposal secara mandiri maka belum jalan semua,” sambungnya.
Disampaikan Subroto, meskipun BTS menelan anggaran besar, penggunaannya pasti lebih baik. Masalah jaringan pun bisa diatasi. Karena itu, pemerintah daerah diminta untuk tetap memilih penggunaan BTS.
“Yang penting sekarang dinas terkait terus berkoordinasi dengan pusat untuk mencari mekanisme yang tepat supaya yang sifatnya administrasi ini bisa diselesaikan,” terangnya.
Kepada pemerintah kampung yang membutuhkan sarana BTS, Subroto juga meminta agar pembuatan proposal selalu dikomunikasikan dengan Diskominfo Berau.
“Ini tugas aparat kampung. Kalau kita mau supaya masalah ini segera diatasi maka kita perlu kerja sama,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi