Imbas Siswa SD Biatan Ilir Belajar di Kolong Rumah Warga, Dewan Kritik Kinerja Pemkab Berau

KLIK BORNEO – BERAU. Terhentinya pembangunan gedung SD Filial 001 Biatan Ilir di Kecamatan Biatan, lantaran persoalan sengketa lahan, menyebabkan 60 siswa sekolah itu harus belajar di bawah kolong rumah warga.

Menurut Anggota DPRD Berau, Elita Herlina masalah itu tak hanya menunjukkan ketimpangan bidang pendidikan di Bumi Batiwakkal yang belum teratasi, tetapi juga bukti dari kinerja pemerintah daerah yang kurang maksimal.

Karena itu, Elita mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera turun tangan mencari solusi atas persoalan tersebut. Apalagi terhentinya pembamgunan sekolah dan kondisi belajar mengajar yang memprihatinkan itu sudah berlangsung lama.

“Ini sangat memprihatinkan. Pendidikan adalah hak dasar anak-anak. Tidak seharusnya mereka belajar di tempat yang tidak layak seperti di bawah kolong rumah,” ungkapnya.

Disampaikannya, pemerintah daerah harus segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan status bangunan sekolah yang hingga kini masih terbengkalai.

Tak hanya itu, pemerintah juga harus memberikan kejelasan apakah proyek tersebut dapat dilanjutkan atau harus dicarikan solusi pembangunan baru.

“Sesuai info yang saya peroleh, proyek fisik sekolah itu sudah sampai 75 persen. Ini harus ada kejelasan mau dilanjutkan atau tidak,” jelasnya.

Diakuinya, meskipun hampir rampung, proyek tersebut terpaksa harus dihentikan karena adanya klaim kepemilikan lahan oleh pihak tertentu yang menyebut bangunan tersebut berdiri di wilayah perbatasan.

“Pemerintah harus memastikan status lahannya jelas agar pembangunan sekolah bisa dilanjutkan dan anak-anak segera mendapatkan fasilitas belajar yang layak,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT