KLIK BORNEO – BERAU. Sejumlah 77 kampung di Kabupaten Berau dipastikan menerima dana karbon dari bank dunia sebesar Rp349 juta per tahun. Bantuan anggaran itu diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program perhutanan sosial.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menjelaskan secara konkret dana itu akan dimanfaatkan untuk menjaga serta memelihara hutan dan meningkatkan Sumber Daya Alam (SDA) di dalamnya. Agar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Kita harapkan dana karbon ini dapat dimanfaatkan secara optimal,” ungkapnya saat Rapat Percepatan Perhutanan Sosial tahun 2026, yang berlangsung di ruang RKPD Bapelitbang, Selasa (28/04/2026).
Disampaikannya, bantuan yang diberikan itu menunjukkan komitmen negara dalam menjaga tata kelola hutan yang lestari. Karena itu, masyarakat juga diminta untuk dapat terlibat dalam merawat dan memelihara fungsi hutan itu ke depannya.
“Jadi, edukasi kepada masyarakat untuk menjaga perhutanan sosial sangat perlu dilakukan,” jelasnya.
Diakuinya, pelaksanaan program perhutanan sosial sendiri telah memiliki master plan yang jelas. Berikutnya, disusun sebagai panduan strategis yang berguna untuk pengelolaan hutan selama lima tahun ke depan.
Selain itu, pelaksanaannya juga memerlukan kerja sama dan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, NGO, akademisi, media, dunia usaha, hingga masyarakat kampung.
“Jadi upaya menjaga hutan ini merupakan kerja sama semua kalangan, bukan hanya pemerintah daerah,” tandasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi