KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mengoptimalkan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan pemerintahan daerah.
Salah satu langkah konkret yang telah dimulai yakni mengintegrasikan layanan publik lintas instansi melalui program ‘Satu Data’ yang dimotori Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said menegaskan bahwa integrasi data ini penting untuk mengubah pola pelayanan pemerintahan agar lebih modern dan meninggalkan metode konservatif.
“Teknologi terus berkembang, karena itu pelayanan pemerintahan juga diharapkan bisa jauh lebih baik daripada pola-pola konservatif,” ungkapnya, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, salah satu fokus utama dari optimalisasi SPBE dan program Satu Data ini adalah pembenahan sektor jaminan kesehatan di Dinas Kesehatan.
Melalui sistem yang saling terintegrasi, Pemkab Berau kini bisa melakukan koreksi otomatis terhadap akurasi data di lapangan.
“Saat ini di Bapelitbang ada program Satu Data. Ketika kita mengecek misalnya di Dinas Kesehatan ada program jaminan kesehatan, kita harapkan kepesertaan BPJS itu dilakukan koreksi dan validasi,” jelasnya.
Langkah sinkronisasi ini, lanjutnya, bertujuan untuk memastikan efisiensi anggaran daerah agar program bantuan tepat sasaran.
“Supaya kemudian jangan sampai ada peserta yang sudah tidak layak lagi, tetapi masih terdata aktif,” terangnya.
Ditambahkannya, modal utama transformasi digital saat ini sebenarnya sudah ada di tangan setiap aparatur sipil negara (ASN), yaitu melalui pemanfaatan telepon genggam untuk mendukung produktivitas kinerja dan pelayanan publik.
“Kita semua mempunyai Hp sebagai alat komunikasi, sehingga diharapkan itu bisa memudahkan kita dalam bekerja dan berkoordinasi mensukseskan program ini,” pungkasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi