Berau Bidik 10 ATM Sampah, Warga Bisa Tukar Sampah Jadi Uang

KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten Berau berencana menghadirkan sedikitnya 10 unit mesin penukar sampah atau “ATM Sampah” di sejumlah titik. Mesin tersebut diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dari yang semula menjadi masalah menjadi sumber penghasilan.

Gagasan itu disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menurutnya, keberadaan mesin tersebut akan mendorong masyarakat lebih aktif memilah dan mengumpulkan sampah karena memiliki nilai ekonomi.

“Kalau seandainya kita bisa wujudkan hal tersebut, maka masyarakat pasti akan berlomba-lomba mengumpulkan sampah dan menjadikan sebuah rezeki buat mereka,” ujar Sri.

Ia menjelaskan, mesin tersebut bekerja layaknya ATM. Masyarakat cukup memasukkan sampah sesuai jenisnya, seperti botol plastik atau kaleng, kemudian sistem akan mengidentifikasi sampah secara otomatis. Setelah itu, nilai ekonominya langsung ditransfer ke rekening pengguna melalui sistem barcode yang telah terdaftar.

Menurut Sri, teknologi tersebut telah diterapkan di beberapa negara, termasuk Jepang, dan dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Berau mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Berau ikut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Harga satu unit mesin diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta.

“Saya meminta bisa tidak didata oleh kadis terkait, beli mesin itu sekitar Rp400 juta secara urunan perusahaan. Minimal saya ingin punya 10 titik,” katanya.

Sri menilai investasi tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi baru di tengah masyarakat. Selama masih ada aktivitas manusia, menurutnya, sampah akan terus dihasilkan sehingga perlu dikelola menjadi sesuatu yang bernilai.

Ia menegaskan, dukungan perusahaan bukan untuk kepentingan pemerintah daerah, melainkan sepenuhnya dikembalikan kepada masyarakat melalui fasilitas yang mampu menghasilkan manfaat ekonomi.

“Kalau hanya sekadar Rp400 juta dari perusahaan-perusahaan yang ada, saya rasa tidak terlalu besar. Bukan masuk ke kantong bupati, tetapi kembali kepada masyarakat,” pungkasnya.(Adv)

Penulis : Yoyakim Elton SW

Editor   : Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT