KLIK BORNEO – BERAU. Pelaksanaan pesta rakyat Irau Manutung Jukut atau pesta bakar ikan secara massal kembali digelar tahun ini. Kegiatan itu pun disebut Bupati Berau Sri Juniarsih sebagai bagian dari upaya promosi dan pengembangan sektor perikanan Kabupaten Berau.
Disampaikannya, selain untuk memperkenalkan potensi perikanan Kabupaten Berau, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong Hari Jadi ke- 71 Kabupaten Berau dan ke-214 Kota Tanjung Redeb.
“Irau Manutung Jukut menjadi salah satu rangkaian perayaan hari jadi Berau dan Kota Tanjung Redeb dan salah satu upaya promosi dan pengembangan potensi perikanan di Kabupaten Berau yang melimpah,” ungkapnya.
Sektor perikanan Berau, lanjutnya, merupakan salah satu potensi daerah yang patut dipromosikan dalam skala yang lebih luas. Berikutnya, diharapkan dapat dinikmati seluruh masyarakat baik yang berasal dari Kabupaten Berau maupun dari luar Berau.
“Kami juga telah menyiapkan paket gratis, dengan fasilitas tenda, ikan dan arang khusus untuk sekolah dan RT. Silakan mendaftar di Dinas Perikanan (Diskan) Berau,” ungkapnya.
Terpisah, Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih menyampaikan dalam kegiatan Manutung Jukut tersebut, pihaknya menyiapkan 384 petak. Adapun lokasinya membentang di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Jalan Antasari, Jalan Panglima Batur, Jalan Gajah Mada I dan Jalan Gajah Mada II, serta Jalan Kanten Tendean.
“Saat ini masih dibuka pendaftaran untuk peserta Manutung Jukut sampai 12 September nanti. Seperti tahun lalu, pesertanya dari sekolah, perguruan tinggi, BUMN, BUMD, perbankan, swasta, OPD, dan instansi vertikal,” bebernya.
“Lalu ada organisasi masyarakat (Ormas), masyarakat atau RT, hingga masyarakat umum. Technical meeting sendiri akan dilaksanakan pada 12 september di kantor Diskan Berau,” sambungnya.
Ditambahkannya, Pemkab Berau secara khusus menyiapkan 120 paket gratis bagi sekolah, perguruan tinggi dan RT yang ingin berpartisipasi. Mereka akan mendapat fasilitas tenda berukuran 4×4 meter, ikan sebanyak 25 kg per kantong dan arang satu karung.
“Kalau kuota sudah terpenuhi artinya kami tidak bisa lagi memberikan paket gratis. Tapi kami sudah koordinasi dengan pihak ketiga untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini,” imbuhnya.
Selanjutnya, apabila ada tambahan bantuan ikan, disampaikan Yunda, pihaknya bisa saja memberikan tambahan ikan gratis tersebut untuk sekolah, perguruan tinggi dan RT. Sementara, untuk arang dan tenda disiapkan sendiri.
“Untuk RT dikoordinasikan dengan lurahnya masing-masing. Kami sudah undang lurah yang bersangkutan bahkan memberikan paket gratis sesuai jumlah RT-nya. Lalu Ormas tahun lalu kami berikan paket gratis namun sayangnya tidak terkontrol, jadi tahun ini tidak kami beri paket gratis,” paparnya.
Berkaca pada tahun lalu, antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam Manutung Jukut sangat tinggi. Meskipun pendaftaran sudah ditutup, masih ada yang mau ikut. Kondisi tahun ini sudah tidak mungkin lagi menambah petak karena semua jalan sudah digunakan.
“Tahun ini kami tetap akan membatasi jumlah petak yang bisa dipakai oleh peserta. Misalnya untuk sekolah hanya bisa satu petak dan OPD maksimal 2 petak,” sebutnya.
Lebih dari itu, sesuai hasil evaluasi tahun lalu, pihaknya ingin menghindari pertikaian antar ormas. Karena itu, pihaknya akan membangun koordinasi dengan aparat keamanan dan menempatkan petak keamanan dekat dengan petak ormas.
“Pemasangan tenda bisa dilakukan pada H-2 dan H-1 sudah bisa mendekor, sehingga tidak sampai dini hari. Semoga pesta rakyat tersebut tahun ini bisa lancar dan sukses,” tandasnya. (adv/Elton)