Petakan Infrastruktur Pertanian Hingga 2025, Upaya Pemkab Pertahankan Lahan Sawah Eksisting

DTPHP terus melakukan pemetaan atas berbagai infrastruktur pertanian yang dibutuhkan para petani hingga 2025 mendatang.

 

KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) terus melakukan pemetaan atas berbagai infrastruktur pertanian yang dibutuhkan para petani hingga 2025 mendatang. Kepala DTPHP Berau, Junaidi menjelaskan pemetaan itu dilakukan sebagai upaya konkret pihaknya meningkatkan kualitas pertanian di Berau. Berikutnya, mempertahankan potensi lahan sawah eksisting di 8 Kecamatan dan 26 kampung yang mencapai 2.311,1 Hektare (Ha).

“Infrastruktur pertanian itu meliputi rehabilitasi jaringan tersier (RJIT), embung pertanian, jalan usaha tani, irigasi perpipaan, irigasi perpompaan besar, DAM parit, pintu air, dan sebagainya,” ungkapnya.

Adapun rincian infrastruktur pertanian dan sarana prasarana yang dibutuhkan hingga 2025 tersebut yakni irigasi perpipaan 3 unit, irigasi perpompaan besar 6 unit, irigasi perpompaan kecil 20 unit, saluran tersier 25 Km, saluran sekunder 16 Km, pintu air 75 unit, DAM parit 7 unit, dan long storage 6 unit.

“Lalu ada embung pertanian 3 unit, jalan produksi 50 Km, jalan usaha tani 60 Km, traktor roda empat 8 unit, traktor roda dua 25 unit, gilingan padi 2 unit, combain harvester 7 unit, cultivator 39 unit, tleser 5 unit, vertikal 5 unit,” paparnya.

Disampaikannya, semua infrasturktur dan sarana prasarana tersebut sesuai dengan kebutuhan semua kelompok tani yang ada di Kabupaten Berau. Karena itu, bantuan tersebut diharapkan tepat sasar dan berguna bagi pembangunan sektor pertanian.

Terpisah, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas berkomitmen membangun sektor pertanian di Kabupaten Berau ke arah yang lebih maju. Berikutnya, akan selalu membantu para petani dengan sarpras pertanian modern agar pekerjaan petani dapat dipermudah dan menuai hasil maksimal.

“Saya mempunyai impian para petani kita seperti di Jepang yang mengelola pertanian dengan alat modern, dengan hasil lebih banyak dan produktivitas lebih tinggi,” ujarnya, Selasa (27/8/2024).

Diakuinya, pertanian sangat memegang peranan penting dalam pembangunan daerah dan nasional. Pasalnya, pertanian berkaitan erat dengan kecukupan pangan masyarakat. Karena itu, dinas terkait harus terus berupaya mendorong pertanian agar terus bertumbuh ke arah yang lebih baik.

“Saya juga mendorong peran aktif dari kita semua khususnya DTPHP untuk terus melakukan pendampingan, kemudian monitoring kepada petani supaya bantuan yang ada dapat benar-benar memberikan manfaat,” imbuhnya.

Saat ini, tambahnya, sektor pertanian sedang diganggu dengan merebaknya alih fungsi lahan, kekurangan sumber daya manusia (SDM) dan sebagainya. Karena itu dirinya meminta agar para petani bersama dinas terkait dapat bekerja sama mengatasi hal itu.

“Kita harapkan dinas terkait dapat lakukan langkah-langah untuk mengantisipasi alih fungsi lahan dan kurangnya sumber daya petani. Karena kita komitmen untuk tingkatkan ekonomi masyarakat dan memperjuangkan komoditas pangan berdaya saing,” tandasnya. (adv/Elton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT