Pasien Berobat Capai 200 Orang per Hari, Puskesmas Kampung Bugis Perlu Tambah Nakes

Tenaga kesehatan di Puskesmas Kampung Bugis tidak sebanding dengan jumlah pasien per hari. Berdasarkan pendataan, jumlah pasien kadang menembus angka 200 pasien per hari.

 

KLIK BORNEO – BERAU. Jumlah pasien yang berobat ke Puskesmas Kampung Bugis, Kabupaten Berau mencapai 200 orang per hari. Walaupun pelayanan dinilai masih bisa diatasi, jumlah tenaga kesehatan (nakes) perlu ditambah lagi. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menjelaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau akan menindaklanjuti berbagai kekurangan yang ada di puskesmas tersebut. Berikutnya, menambah lagi jumlah nakes. Tujuannya agar pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut dapat berjalan maksimal.

“Karena dengan Puskesmas sebesar ini, apalagi ada UGD, ada ruang melahirkan dan sebagainya ini memerlukan nakes supaya dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ungkapnya, Sabtu (7/9/2024).

Disampaikannya, jumlah nakes khususnya dokter umum di puskesmas tersebut masih kurang. Untuk mengatasi kekurangan itu, ke depan, semua Puskesmas di Berau, termasuk Puskesmas Kampung Bugis akan diupayakan menjadi BLUD.

“Kalau hanya cuma lima orang (dokter umum, Red), masih sangat kurang. Demikian juga dengan tenaga kebersihan, ditambah. Sehingga semua Puskesmas kita upayakan BLUD supaya mereka bisa menggaji sendiri,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Kampung Bugis, Bachri Kerta Kesuma menegaskan jumlah pasien yang berobat ke Puskesmas Kampung Bugis bisa mencapai 200 orang per hari. Namun, jumlah itu tidak terlalu menyulitkan pihaknya dalam memberikan pelayanan.

“Alhamdulillah masih bisa kita atasi dengan jumlah nakes kita 58 orang. Dokter umum ada 5 orang yang dilatih juga untuk USG walau tidak ada dokter spesialis,” terangnya.

Meskipun masih bisa diatasi hingga saat ini, pihaknya akan tetap menambah lagi jumlah dokter umum. Berikutnya, memaksimalkan pelayanan yang ada di puskesmas tersebut agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami mau tambah dua dokter umum lagi. Kita sudah usulkan ke Dinkes tapi masih menunggu anggaran. Kalau menambah PTT untuk tenaga lain yang dibutuhkan saat ini tidak bisa lagi,” tegasnya.

Terkait BLUD yang disinggung Bupati Sri, Bachri menambahkan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan ke dinas terkait pengelolaan Puskesmas menjadi BLUD. Berikutnya, menunggu persetujuan dinas tersebur.

“Saat ini sedang digodok dinas dan kami menunggu SK apakah disetujui atau tidak,” tegasnya.

Ke depan, dirinya berharap agar semua kekurangan di Puskesmas Bugis dapat diatasi, tidak hanya dari segi tenaga kesehatan atau SDM. Berbagai sarana dan prasarana atau fasilitas lain yang dibutuhkan harus bisa dilengkapi.

“Untuk sarana prasarana mungkin masih ada karena kita pindahkan dari puskesmas lama ke yang baru. Tapi kita masih perlu pagar, kantin, parkiran, dan pos security, dan kursi-kursi. Kita usulkan di ABT. Sedangkan kipas, AC, bupati mau bantu,” tandasnya. (adv/ Elton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT