KLIK BORNEO – BERAU. Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Berau, terus bergerak memperkuat program dam upaya penurunan kasus stunting di Bumi Batiwakkal. Ketua TPPS Berau, Gamalis menyebutkan, telah menetapkan 9 program yang akan dilaksanakan di sepanjang tahun 2024.
Disampaikan Gamalis, TPPS Berau telah melaunching bapak/bunda asuh anak stunting (BAAS) yang pada tahun ini akan semakin diperkuat. Antusias pelaku usaha baik lembaga maupun individu sangat tinggi dalam mendukung program ini. “Alhamdulillah banyak yang berpartisipasi dan kita berharap ini semakin diperkuat,” ungkapnya.
Selain memperkuat BAAS, tahun ini juga dilaksanakan rembuk stunting, merevisi lokus stunting, fasilitasi pembinaan dan pengasuhan di lokus stunting, monev hasil audit kasus stunting, Monev dana PMTS melalui berbagai pihak, melaksanakan audit di lokus stunting, hingga rakor dan penguatan tim pendamping keluarga.
“Kami berharap dengan upaya ini dapat menurunkan angka kasus stunting yang pada tahun 2022 lalu berkisar 21,6 persen. “Kami berharap dukungan dari TPPS Kaltim, khususnya jajaran BKKBN Perwakilan Kaltim, agar rencana program ini dapat berjalan dengan baik dan target menurunkan stunting bisa tercapai,” harapnya.
Pemkab Berau bersama TPPS yang serius melaksanakan program penurunan stunting. Kolaborasi dan sinergi program dikatakannya penting dilakukan mulai dari hulu dalam menangani stunting.
Dalam menangani stunting harus dilakukan secara menyeluruh, mulai memberikan pemahaman kepada orang tua pentingnya cegah stunting, maupun pemeriksaan ibu hamil secara aktif, membawa anak ke posyandu, hingga pemenuhan sanitasi yang baik di setiap rumah tangga. “Jadi stunting bukan hanya pada pemenuhan gizi, fasilitas kesehatan dengan sanitasi yang baik juga sangat penting,” jelasnya.
Dukungan dari kepala daerah bersama TPPS tentu menjadi bagian penting dalam pencapaian program stunting. Termasuk bagaimana memberikan semangat kepada para tim yang terbentuk hingga ditingkat bawah. (adv/Elton)