KLIK BORNEO – BERAU. Ketua Dewan Kesenian dan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau periode 2025-2030 dan yang baru saja dilantik, Edy Suswanto mendorong pemasaran lokal semua produk ekonomi kreatif dan UMKM.
Hal itu disampaikannya mengingat selama ini, banyak produk UMKM dan ekonomi kreatif masih mengalami kesukaran dalam hal pemasaran. Karena itu, baginya, pemasaran menjadi fokus yang akan digeliatkannya ke depan.
“Ada banyak hal ke depan yang harus dipikirkan bersama. Kita seringkali bermasalah di pemasaran. Padahal harus digulirkan untuk beri manfaat kepada pengrajin,” ungkapnya saat acara Pelantikan Pengurus Dekranasda Kabupaten Berau 2025-2030 di Balai Mufakat, pada Jumat (8/2025).
Menurutnya, sangat ironis apabila kemajuan daerah tidak didukung. Karena itu, perlu ada kesadaran untuk menghargai terlebih dahulu produk lokal daripada produk-produk dari luar. Salah satunya adalah batik Berau.
“Saya membayangkan ASN diberikan semacam imbauan, untuk gunakan tenun batik lokal, dan produk lokal. Cukup Hari Kamis saja. Saya kira ini bukan suatu hal yang mustahil dan berat,” jelasnya.
“Kita jangan harap orang luar menyejahterakan kita kalau kita tidak mulai. Daripada kepala OPD pakai batik Jogja, Bali, kenapa satu hari saja tidak bisa pakai batik Berau. Ini perlu support dari bupati,” sambungnya.
Diakuinya, kesejahteraan masyarakat Berau salah satunya ditentukan melalui ekonomi kreatif dan UMKM. Namun, hal ini juga menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi untuk selanjutnya ditemukan solusinya.
“Ke depan akan banyak tantangan yang harus diwujudkan untuk mencapai suatu kemajuan yang memberi manfaat langsung bagi ekonomi kreatif dan UMKM. Terus gali inovasi dan menyesuaikan dengan situasi ke depan yang dinamis,” tandasnya. (Elton)