Ikan Diterbangkan Kalimarau, PAD Diharapkan Ikut Melambung

KLIK BORNEO – BERAU. Penantian hasil tangkap dan pengolahan ikan berkontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD), masih dinanti Dinas Perikanan (Diskan) Berau. Lewat Bandara Kalimarau, ikan-ikan yang diekspor diharapkan turut melambungkan pundi-pundi rupiah bagi khas daerah.

Penantian itu beralasan. Total produksi ikan pada semester 1 tahun 2025 tercatat mencapai 17.462,93 ton. Jumlah itu lebih besar dari capaian yang diperoleh pada semester yang sama tahun 2024 lalu sebesar 13.097,59 ton.

Dari keseluruhan total produksi semester 1 tahun 2025 itu, perikanan tangkap baik laut maupun perikanan umum dan danau (PUD) berkontribusi pada total produksi sekitar 9.772,79 ton. Sedangkan perikanan budidaya dan pengolahan, masing-masing menyumbang 1.490,76 ton dan 1.834,04 ton.

Tak hanya total produksi yang meningkat. Catatan ekspor ikan ke luar negeri juga melambung. Hingga akhir tahun 2024 lalu, jumlah ikan yang diekspor hanya mencapai 4,6 ton. Tiga negara menjadi sasaran ekspor, yakni Kuala Lumpur, Singapura dan Shanghai.

Berbeda dari tahun 2024, hingga pekan keempat Juli 2025, ikan yang diekspor telah mencapai 33,9 ton. Jumlah negara yang dituju juga bertambah. Thailand mencatatkan namanya sebagai negara tujuan baru setelah Kuala Lumpur, Singapura, dan Shanghai.

“Semoga komoditi perikanan mampu menyumbang PAD bagi Pemkab Berau terutama yang melalui Bandara Kalimarau. Karena selama ini, komoditi perikanan khususnya yang melalui bandara tidak ada untuk PAD,” ungkap Sekretaris Diskan Berau Yunda Zuliarsih kepada Klikborneo.com, Selasa (21/10/2024).

Untuk menambah total produksi itu sendiri, lanjut Yunda, Diskan Berau terus melakukan berbagai langkah-langkah konkret mulai dari peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan bimbingan teknis, serta pemberian bantuan kapal, mesin, dan alat tangkap kepada kelompok nelayan dan saprodi bagi pembudidaya di wilayah perairan umum.

“Semoga tahun ini produksi dapat terus meningkat baik itu budidaya maupun tangkap. Diversifikasi hasi olahan produk perikanan juga semakin beragam dan mampu bersaing di pasar lokal, regional maupun nasional,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala UPBU BLU Bandara Kelas I Kalimarau, Patah Atabri menjelaskan hingga pekan keempat Juli 2025, Kuala Lumpur menjadi kota yang menerima hasil laut Berau terbesar. Dalam kurun satu tahun terakhir, telah dikirim sebanyak 24 ton ikan segar, udang, kepiting bakau, dan ikan bawal.

Lalu, Singapura menjadi negara tujuan yang menerima hasil laut segar dari Berau seberat 9,5 ton sejak Juli 2024 hingga Juli 2025. Berikutnya, Shanghai menerima 4 koli ikan segar atau setara 92,4 Kg. Sedangkan 400 Kg lainnya, dikirim melalui pembukaan jalur ekspor baru ke Thailand.

“Itu catatan selama setahun belakangan ini,” terangnya pada Selasa (22/7/2025) lalu.

Dengan mulai masifnya aktivitas ekspor itu, Patah menginginkan setiap pengusaha hasil laut dapat membangun kerja sama dengan manajemen Bandara Kalimarau demi meningkatkan aktivitas ekspor ikan melalui jalur udara tersebut.

“Kami terbuka untuk saling membangun kemitraan. Karena aktivitas kargo tersebut merupakan langkah strategis untuk tetap menjaga aktivitas pesawat tetap terjaga, di tengah upaya peningkatan aktivitas penerbangan penumpang ke luar daerah,” tandasnya. (Adv)

Penulis: Yoakim Elton SW

Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT