KLIK BORNEO – BERAU. Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah menegaskan agar program Makanan Bergizi (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional harus tetap berjalan, meskipun sempat terhenti sementara akibat kendala teknis yang terjadi lapangan.
Menurutnya, penghentian sementara kegiatan SPPG MBG di Berau disebabkan oleh mundurnya tenaga ahli gizi dan kegiatan pembersihan yang dilakukan oleh petugas. Namun, ia mengharapakan agar kondisi tersebut tidak menyebabkan program itu terhenti.
“Ini hanya kendala teknis. Program MBG tidak dibatalkan, hanya perlu dilakukan kajian lebih mendalam, terutama terkait standar menu dan peran ahli gizi,” ungkapnya.
Disampaikannya, program MBG merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap tumbuh kembang anak di daerah. Karena itu, DPRD mendorong agar pelaksanaannya terus berjalan seiring dengan evaluasi dan perbaikan kualitas asupan gizi.
“Kami melihat sisi positif dari program ini karena anak-anak kita memang perlu dukungan pemerintah. Tapi tentu harus diperhatikan standar gizinya agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Agus juga menyoroti pentingnya sinergi antara Dinas Pangan, Dinas Kesehatan, dan tenaga ahli gizi, agar penyediaan makanan bergizi dilakukan secara selektif dan memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang.
“Ada aggaran sekitar Rp15.000 per porsi, namun setelah dikurangi biaya operasional, hanya tersisa sekitar Rp10.000 untuk bahan makanan. Nilai itu masih dalam batas wajar jika dikelola secara efektif,” terangnya.
“Sepanjang bisa dimaksimalkan, anggaran itu masih cukup memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi anak-anak. Yang penting ada kerja sama semua pihak agar program ini berkesinambungan,” sambungnya.
Diharapkannya, meskipun saat ini masih ada pro dan kontra di tengah masyarakat terkait pelaksanaan program MBG, kekurangan di lapangan seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menghentikan program secara keseluruhan.
“Kesalahan di satu titik jangan digeneralisasi. Kita harus fokus memperbaiki, bukan menghentikan. Program ini sangat mulia dan bersifat sosial, bukan mencari keuntungan,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi