Menuju Porprov 2026, Dispora Komitmen Tak Gunakan Atlet Luar Bela Berau

KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pemuda dan Olahraga berkomitmen tidak menggunakan atlet dari luar daerah untuk membela Bumi Batiwakkal pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim tahun 2026 mendatang, yang akan digelar di Kabupaten Paser.

Kepala Dispora Berau, Amiruddin menjelaskan komitmen tersebut juga sudah disepakati bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kaltim. Setiap kabupaten/kota diharapkan memaksimalkan potensi atlet di daerahnya masing-masing.

“Agar jangan sampai terjadi lagi seperti Porprov Berau, ada atlet dari luar Kaltim. Karena buat apa anggaran pembinaan kita keluarkan. Walaupun dia dapat perunggu tapi atlet Berau kan tidak masalah,” ungkapnya, Senin (27/10/2025).

Tanpa atlet dari luar itu, lanjutnya, Dispora sendiri tidak mengharapkan target yang muluk-muluk. Dispora hanya berharap agar cabang olahraga (Cabor) unggulan seperti atletik dan layar dapat dipersiapkan dengan matang agar dapat meraih medali.

“Kemarin kita di urutan kedua. Tapi banyak atlet dari luar. Sekarang cukup yang di dalam saja. Tidak usah memaksakan dengan ujung-ujung menghalalkan segala cara,” jelasnya.

“Karena kalau dari luar seperti kemarin ada 9 medali dianulir. Korbannya atlet juga. Jangan sampai itu terjadi lagi. Sehingga sudah komitmen harus dari lokal,” sambungnya.

Disampaikannya, saat ini para atlet sedang mengikuti kualifikasi atau Pra Porprov di beberapa kota di Kaltim. Pemerintah pun mendukung pelaksanaan babak kualifikasi itu dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 3 miliar.

“Sekarang tahapan Pra Porprov. Anggaran sekarang sudah bisa digunakan untuk kualifikasi ini. Anggaran sekitar Rp 3 miliar. Tapi tidak semua Cabor ikut pra ini,” bebernya.

Sedangkan untuk Porprov 2026 mendatang, tambahnya, terdapat 63 Cabor yang dipertandingkan. Namun, Cabor yang mengikuti ajang ini merupakan Cabor yang telah dinyatakan lolos pada babak Pra Porprov tahun 2025 ini.

“Tapi 63 Cabor ini bukan harga mati. Tergantung lagi yang lolos. Tapi dipersyaratkan minimal 1 Cabor itu dari 6 kabupaten/kota baru bisa dipertandingkan,” tandasnya. (/*)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT