KLIK BORNEO – BERAU. Masih dalam Dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Berau, para karyawati PT Berau Coal menunjukkan kepedulian sosial yang mendalam. Dengan menggelar kegiatan penghormatan dan pemberian bantuan kepada para janda veteran yang telah berjasa besar bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
Kegiatan sosial ini berlangsung pada akhir pekan lalu, menyasar enam kelurahan di Berau, meliputi Sambaliung, Karang Ambun, Teluk Bayur, Sei Bedungun, Bugis, dan Tanjung Redeb. Sebanyak delapan janda veteran menerima kunjungan silaturahmi yang hangat dan bantuan berupa paket sembako dari Persatuan Karyawati PT Berau Coal.
Lebih dari sekadar bentuk kepedulian sosial, momen ini juga menjadi ajang silaturahmi yang akrab antara karyawati dan para janda veteran. Hal ini merupakan wujud nyata penghargaan atas pengorbanan dan dedikasi yang telah diberikan oleh para pahlawan dan keluarga mereka terhadap negara.
Ketua Persatuan Karyawati PT Berau Coal, Rusdiana, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kontribusi karyawati untuk memeriahkan HUT Kabupaten Berau yang berdekatan dengan momentum Hari Kemerdekaan dan Hari Pahlawan.
“Mengingat HUT Berau dan HUT Kemerdekaan berdekatan, kami ingin memberikan apresiasi sebagai tanda jasa. Walaupun kecil, semoga hal ini dapat menanamkan semangat untuk selalu mengingat jasa para pahlawan yang telah menjaga dan melindungi tanah Bumi Batiwakkal,” ujar Rusdiana, menekankan pentingnya meneladani semangat patriotisme.
Rusdiyana melanjutkan penjelasannya bahwa kegiatan sosial ini juga menjadi refleksi nilai-nilai kemanusiaan bagi para karyawati.
“Sebagian besar dari kami adalah ibu rumah tangga. Harapannya, selain berkontribusi di profesi dan keluarga, kita juga punya lingkungan sosial yang perlu kita perhatikan. Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa bersilaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan dengan para janda veteran,” tambahnya mengenai tujuan kegiatan tersebut.
Salah satu janda veteran yang disambangi adalah Ibu Rusni (82), istri almarhum Peltu Marinir Supono, yang kini tinggal di Kelurahan Karang Ambun. Semasa hidup, almarhum dikenal sebagai prajurit yang tangguh dan berdedikasi tinggi. Ia pernah bertugas di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur, dan pada tahun 1965 mendapat tugas di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia saat masa genting konfrontasi.
“Suami saya dulu juga sempat dikirim belajar ke Rusia, katanya untuk memperdalam ilmunya, semangat juang dan belajarnya tinggi, Saya bangga sekali dengan beliau,” tutur Ibu Rusni dengan mata berkaca-kaca saat mengenang mendiang suaminya yang wafat pada tahun 2017.
Momen kunjungan tersebut berlangsung sangat hangat dan penuh rasa haru. Para karyawati tampak berbincang akrab sambil mendengarkan setiap kisah perjuangan masa lalu yang diceritakan oleh para janda veteran dengan penuh rasa hormat.
Melalui kegiatan mulia ini, PT Berau Coal bersama para karyawatinya berupaya menanamkan nilai empati, mempererat silaturahmi antar generasi, serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial, baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat luas. (Adv)