KLIK BORNEO – BERAU. Upaya membangun konektivitas kawasan pesisir di Kabupaten Berau kembali bergerak maju. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau akan melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan menuju Pelabuhan Mantaritip di Kecamatan Sambaliung pada tahun ini. Proyek ini disebut-sebut menjadi salah satu program prioritas dalam sektor konektivitas yang bertujuan membuka akses wilayah pesisir secara lebih luas dan efisien, sekaligus memperkuat sistem logistik daerah.
Berdasarkan data, Pelabuhan Mantaritip sendiri digadang-gadang sebagai alternatif penting bagi Pelabuhan Tanjung Redeb yang dinilai sudah tidak memadai untuk menampung aktivitas bongkar muat yang semakin berkembang.
Ruas jalan yang akan dikerjakan membentang sepanjang 2,3 kilometer, dimulai dari poros Mangkajang hingga ke titik jembatan sebelum pelabuhan. Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Benny Sepriady Panjaitan, mengonfirmasi bahwa tahapan lanjutan sudah dimulai.
“Lanjutan pekerjaannya sudah masuk dalam proses tender dini. Sepanjang ada anggaran, proyek ini pasti kami teruskan,” ujar Benny Sepriady Panjaitan.
Selain pembangunan jalan, DPUPR Berau juga tengah menyiapkan pembangunan jembatan penghubung utama ke pelabuhan. Pasalnya, letak Pelabuhan Mantaritip berada di tengah muara yang membuat akses kendaraan darat belum sepenuhnya memadai. Pembangunan jembatan ini krusial untuk menuntaskan konektivitas darat.
“Untuk jembatan masih dalam tahap review desain. Kami dorong agar pembangunan bisa direalisasikan dengan dukungan anggaran dari Pemprov Kaltim melalui skema Bantuan Keuangan,” ungkapnya.
Sejak awal, proyek akses menuju Pelabuhan Mantaritip memang sudah masuk daftar prioritas tahunan DPUPR Berau. Keberlanjutannya dinilai krusial, tak hanya untuk mempermudah distribusi logistik, tetapi juga sebagai fondasi pengembangan kawasan pesisir yang lebih terintegrasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan.
Dengan akses yang semakin baik, pelabuhan tersebut berpotensi menjadi gerbang baru aktivitas perdagangan antarwilayah, serta membuka peluang investasi dan usaha masyarakat lebih luas. Panjaitan menekankan harapan pemerintah daerah. “Pelabuhan ini digadang-gadang menjadi simpul baru dalam sistem transportasi dan ekonomi wilayah selatan Berau,” katanya.(Adv)
Penulis :Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi