Agus Tantomo: Rugi Gabung Kaltara

BERAU. Mantan Bupati Berau, Agus Tantomo bersuara soal tawaran kepada Berau untuk bergabung ke Provinsi Kaltara. Ia satu-satunya orang yang masih hidup yang menandatangani dukungan berdirinya Kaltara tetapi menolak  bergabung ke Kaltara pada tahun 2000 silam. Ia juga mengungkapkan alasan kenapa Berau menolak bergabung saat itu.
Diungkapkan, pada awalnya, isu Kaltara bermula dari gertakan Berau kepada Pemprov Kaltim karena dana yang turun dari provinsi kecil. “Dulu saya masih  anggota DPRD provinsi. Kami mengeluarkan gertakan politik  karena dulu APBD Berau  dari provinsi sedikit sempat keluar kita kalau tidak ada perhatian dari Provinsi mending kita buat provinsi sendiri, Kaltara,” ungkapnya.
Gertakan itu kemudian terus menjadi gelombang sampai pada keseriusan wilayah Kabupaten dan kota di wilayah Utara Kaltim hingga bergulirlah isu Kaltara.
“Dibujuklah Berau karena dulu kurang satu, sampai kemudian dibentuk Kabupaten Tana Tidung. kita menjawab ajakan itu dengan lakukan kajian, salah satu hasil kajian yang tidak bisa dibantah itu ya soal anggaran,” terangnya.
Bahwa tidak mungkin jika Kaltara berdiri dan Berau gabung anggarannya bisa lebih besar. Karena berdasarkan kajian anggaran Berau justru terpotong banyak jika bergabung.
“Sebab bahasa UU bagi hasil adalah di di kabupaten dan kota di provinsi dimana itu diproduksi, kalau kita keluar dana bagi hasil minyak,gas dan lainnya yang diproduksi oleh kabupaten kota lain kita tidak akan dapat lagi kalau kita keluar. Sekarang terbukti kita terima bagi hasil lebih besar,” jelasnya lagi.
Penandatanganan penolakan bergabung dilakukan oleh Almarhum Masdjuni bupati Berau kala itu, Almarhum Suhartono yang juga anggota DPRD Kaltim bersama agus Tantomo. Akhirnya Berau tidak bergabung ke Kaltara tetapi mendorong berdirinya Kaltara.
Dengan pembuktian kajian yang dilakukan saat itu, dan kini dinikmati hasilnya diminta Agus Tantomo menjadi pertimbangan Pemkab Berau.“Keputusan politik itu kan tujuannya untuk mensejahterakan. Salah satu indikatornya adalah, anggaran semakin banyak. Sekarang, kalau tidak ada anggaran mau bangun pakai apa,” timpalnya lagi.

Sekarang, APBD 2024 Kabupaten Berau telah disepakati diangka Rp 4,7 triliun. Sementara, tidak ada jaminan apabila ketika bergabung dengan Kaltara, anggaran APBD Berau menjadi lebih tinnggi.

Bahkan pada Desember 2012, Agus Tantomo sempat membuat catatan yang diterbitkan di Kaltim post kala itu. Dengan judul “Kaltara Berdiri Selamat Untuk Kaltim”.  Dengan berdirinya Kaltara bagi hasil daerah yang masih bergabung di kaltim menjadi lebih besar dengan keluarnya 4 Kabupaten/kota di wilayah Utara Kaltim saat itu. Bahkan hingga kini dampaknya masih dirasakan.
“Dan saya yakin dampak positif bagi APBD kabupaten Berau tidak akan bisa sama seperti sekarang jika bergabung di Kaltara. Karena yang dibagi penerima bagi hasil lebih sedikit otomatis yang didapat lebih banyak, kita (Berau) bisa lebih banyak dapat anggarankan dari dana bagi hasil itu,” tutupnya, (//)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT