Jembatan penghubung di jalan poros Tanjung batu ini mengalami amblas dan rawan putus. Apalagi belum ada jalan alternatif lainnya.
BERAU. Aktivitas transportasi darat yang menghubungkan Kampung Tanjung batu, Kecamatan Pulau Derawan dengan Gunung Tabur dan Tanjung Redeb terancam lumpuh. Penyebabnya, satu jembatan di jalan poros Tanjung batu, RT 12 nyaris amblas. Tanda keretakan dan turunnya badan jalan sudah terlihat. Sementara banyak warga yang berkendara roda 4 terpaksa putar balik karena tidak berani melintas.
“Mobil besar seperti truk atau yang berat kalau bisa dilarang lewat, sebab kalau ga dilarang bisa langsung runtuh,” ungkap Muzakkir, salah satu pengendara yang hendak masuk Tanjung Batu dan terpaksa putar balik.
Tampak bagian bawah jembatan yang retak dan turun cukup dalam. Menyebabkan aspal badan jalan juga turun menjadi landai. Namun dari beberapa pengendara khsuusnya mobil kecil masih mencoba nekat untuk melintas.
“tetapi tetap diberitahu resikonya kalau melintas seperti apa, jadi terserah kepada orangnya, kalau berani lewat ada apa-apa ya tanggung sendiri resikonya,” ujarnya lagi.
Namun, ia berharap aparat atau pemerintah mengeluarkan larangan melintas untuk kendaraan roda 4. Sebab dikhawatirkan akan semakin memperparah kondisi jembatan.
Jika sampai runtuh, maka seluruh pengendara tidak dapat ,melintas termasuk roda 2. ” Minimal sepeda motor bisa tetap melintas lah,” sebutnya. Apalagi, sementara ini tidak ada jalan alternatif lain yang bisa dilalui apabila jembatan tersebut benar-benar ambruk.
Sementara itu, kapolsek Pulau Derawan, Iptu Iwan Purwanto menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terutama DPUPR Berau.
“Alhamdulillah.sementara beberapa waktu dan terupdate tadi pagi telah dikoordinasikan kepada pejabat yang mengawaki dari Balai Jalan Provinsi dan Dinas PU kabupaten terkait hal ini, semoga timnya segera turun untuk tanggap darurat,” jelansya.
Ia juga menghimbau kepada warga pengendara yang hendak melintas agar bisa lebih berhati-hati. bahkan sebaiknya untuk tidak memaksakan jika membawa kendaraan roda 4 untuk melintas. “Demi keselamatan diri sendiri dna juga jembatan itu sendiri,” sambungnya.
Iwan menyebutkan, banyak pengendara yang putar balik. Sebab jika memaksa melintas dikhawatirkan jembatan runtuh sehingga unit yang sudah terlanjur melintas tidak bisa kembali lagi lantaran tidak ada jalan alternatif.
Sementara itu, belum ada jawaban dari DPUPR maupun DPUPR Wilayah terkait rencana penanganan untuk kondisi jembatan tersebut.
Untuk diketahui, jalan ini merupakan akses dari menuju pintu gerbang di Tanjung batu menuju ke pulau wisata Pulau Derawan, Maratua, Kakaban dan Sangalaki. (am)