Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Kutim Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan dan Kepedulian Lingkungan

KLIK BORNEO – SANGATTA. Memasuki akhir tahun 2025, cuaca di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan pola perubahan yang signifikan. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat mulai turun di beberapa kecamatan, kondisi ini menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, yang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa berdasarkan data dari BMKG, wilayah Kutim secara umum sudah masuk musim penghujan, namun intensitas hujan belum merata dan masih bersifat dinamis antarwilayah.

“Memang sudah masuk periode penghujan, tapi belum sepenuhnya stabil. Ada wilayah yang masih kering, sementara daerah lain sudah beberapa kali diguyur hujan deras,” ungkap Naim, Rabu (12/11/2025).

Pihaknya terus melakukan pemantauan bersama petugas di lapangan untuk memastikan setiap potensi bencana dapat diantisipasi sedini mungkin. Koordinasi lintas sektor dengan kecamatan dan perangkat desa juga menjadi langkah penting dalam menjaga kesiapsiagaan daerah.

Sebagai bentuk pencegahan, BPBD Kutim telah mengedarkan surat imbauan ke seluruh kecamatan sejak pertengahan tahun. Isinya menekankan kesiapsiagaan menghadapi dua fase cuaca ekstrem dalam setahun, yakni musim kemarau panjang dengan risiko karhutla, serta musim penghujan dengan potensi banjir dan tanah longsor.

“Imbauan untuk karhutla kita kirimkan sekitar Juli, sedangkan untuk musim penghujan dikirim pada September. Harapannya agar masing-masing wilayah bisa mengambil langkah pencegahan lebih awal,” jelasnya.

Selain koordinasi dengan pemerintah kecamatan, Naim juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sampah yang menumpuk di parit dan saluran air, katanya, sering kali menjadi faktor utama penyebab genangan air bahkan banjir di beberapa titik padat penduduk.

“Kami mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di selokan dan drainase. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tegasnya. BPBD juga meminta masyarakat lebih disiplin memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG agar dapat mempersiapkan diri lebih baik.

Menurut Naim, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak cuaca ekstrem. Dengan kesiapan yang matang dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, Kutim diharapkan mampu melewati musim penghujan dengan aman dan terkendali.

Upaya gotong royong menjaga lingkungan, terutama saluran air dan sistem drainase, diyakini akan menjadi langkah efektif mencegah terjadinya banjir dan genangan air di kawasan pemukiman.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT