KLIK BORNEO – SANGATTA. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memperkirakan porsi anggaran infrastruktur pada APBD 2026 akan menembus lebih dari 60 persen.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan optimisme tersebut setelah mengikuti rapat paripurna bersama DPRD.
Menurutnya, kebutuhan pembangunan fisik masih sangat tinggi, mengingat Kutai Timur baru memasuki usia 26 tahun sebagai daerah otonom, infrastruktur dasar masih perlu diperkuat agar dapat mengejar ketertinggalan dengan daerah lain.
“Idealnya memang 60 banding 40, tapi saya yakin ini lebih dari 60 persen,” ujarnya pada Jum’at malam (21/11/2025).
Skema ini dianggap realistis karena mayoritas proyek yang berjalan saat ini lahir dari skema multiyears, Ardiansyah menambahkan bahwa meskipun APBD mengalami penurunan, pemerintah tidak akan menghapus program penting.
Penyesuaian hanya dilakukan pada besaran anggaran, bukan pada kelangsungan program itu sendiri, ia juga memastikan bahwa seluruh kegiatan pemerintahan tetap berjalan normal.
Tidak ada pemangkasan drastis yang dapat menghambat progres pembangunan di lapangan, dalam proses penyusunan anggaran, Bupati memberikan apresiasi kepada legislatif.
“Saya terima kasih kepada Banggar. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah dan tanpa mengenal waktu,” katanya.
Pemerintah menargetkan bahwa pada hari Senin, nota anggaran APBD sudah siap disampaikan untuk pembahasan lebih lanjut.
Setelah itu, proses akan dilanjutkan secara simultan hingga penetapan formal, Ardiansyah berharap seluruh proses berjalan tepat waktu agar pembangunan fisik dapat segera dilaksanakan tanpa hambatan administrasi.
Hal ini penting mengingat banyak proyek infrastruktur yang bersifat mendesak, pemerintah juga memastikan bahwa program penunjang seperti listrik, UMKM, dan layanan dasar tetap masuk prioritas meskipun infrastruktur mengambil porsi terbesar.
Pendekatan ini dianggap dapat menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik.
Dengan rencana pembangunan lima tahun ke depan, Pemkab menargetkan percepatan infrastruktur dapat mencapai 60 hingga 70 persen.
“Jika tercapai, Kutai Timur akan berada dalam posisi strategis untuk berkembang sebagai daerah maju,” pungkasnya.(ADV)