Banyak RKB di Tanjung Tak Layak, Bupati Minta Disdik Beri Perhatian Serius

KLIK BORNEO – BERAU. Banyak Ruang Kelas Belajar (RKB) baik SD maupun SMP di Kecamatan Tanjung Redeb dinilai berada dalam kondisi kurang layak. Hal itu menyebabkan kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi terganggu.

Menanggapi hal itu, Bupati Berau Sri Juniarsih meminta Dinas Pendidikan (Disdik) memberi perhatian serius terhadap masalah itu. Berikutnya, menjadikan Tanjung Redeb sebagai kota yang tidak boleh kekurangan RKB dan memastikan RKB berada dalam kondisi baik.

“Kita harus meyakinkan bahwa di Kota Tanjung Redeb ini, tidak ada lagi sekolah yang kekurangan lokal atau lokalnya kurang baik,” ungkapnya.

“Karena apa, ketika kualitas ruangannya itu baik, aman maka proses belajar mengajar itu juga akan maksimal,” sambungnya saat memberikan sambutan pada kegiatan Musrenbang Tingkat Kecamatan Tanjung Redeb, Kamis (20/02/2025).

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Mardiatul Idalisah menjelaskan pembangunan RKB SD dan SMP di wilayah Tanjung Redeb akan menjadi prioritas Disdik Berau pada tahun ini.

“Tahun ini kita fokus pada ruang kelas belajar. Jadi kita akan menuntaskan RKB dulu. Nah, permasalahan di Tanjung ini penduduk semakin bertambah, lahan sempit,” ujarnya.

“Karena penduduk semakin banyak, sehingga RKB yang dibutuhkan juga lebih banyak. Seperti di SD 014 Tanjung Redeb dan SDN 01 Sambaliung, SMP 04, kekurangannya akan dituntaskan,” tambahnya.

Diakui Mardiatul sebelumnya, beberapa SD bahkan harus membagi kelas dalam dua shift untuk mengatasi kekurangan ruang kelas. Karena itu, secara bertahap Disdik Berau akan terus memenuhi kebutuhan yang sangat urgen itu.

“Seperti SDN 01 Tanjung Redeb, masih kurang 9 lokal, sehingga harus dua shift. Tapi sekolah lain sudah ada yang terpenuhi, jadi tidak perlu 2 shift lagi,” imbuhnya.

Tahun 2025 ini, lanjutnya, SMPN 5 Tanjung Redeb yang belum lama ini terbakar juga akan menjadi prioritas untuk pemenuhan RKB. Begitu juga dengan SMPN 1 Teluk Bayur akan ditambah RKB lagi.

“Karena sebenarnya SMPN 1 Teluk Bayur itu cukup luas, masih mampu untuk menampung pelajar. Mereka juga bisa sekolah ke SMPN 5 Tanjung Redeb yang dekat,” bebernya.

Terkait anggaran, penambahan satu RKB nilainya bisa berbeda-beda tergantung luasannya. Rata-rata untuk satu kelas bisa mencapai Rp 300 juta untuk TK dan SD, dan ruang kelas SMP mencapai Rp 350 juta.

“Nilai itu kalau tidak bertingkat ya. Kalau ruang kelas tingkat, bangunan pondasinya tentu lebih mahal,” pungkasnya. (Elton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT