BBM Langka Jadi Kendala Produksi Ikan, Diskan Siap Koordinasi dengan BP Migas

KLIK BORNEO – BERAU. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi kendala serius dalam upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meningkatkan produktivitas hasil tangkap nelayan, baik di perikanan laut maupun umum pada tahun 2025 lalu.

Untuk mengatasi masalah ini tidak terjadi lagi di masa mendatang, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau juga akan siap membangun koordinasi terus menerus dengan Badan Pelaksana Minyak dan Gas (BP Migas).

“BBM ini kan yang jelas kuotanya sudah disiapkan oleh BP Migas. Jadi, kita tetap berkoordinasi dengan BP Migas terkait kebutuhan nelayan,” ungkap Kepala Diskan Berau, Abdul Madjid.

“Karena kalau BBM kita lancar, otomatis produksi ikan kita juga akan meningkat,” sambungnya lagi.

Tak hanya itu, lanjut Madjid, Diskan Berau juga akan mengeluarkan rekomendasi khusus untuk nelayan-nelayan yang berhak dan paling membutuhkan. Hal itu dilakukan agar penyaluran BBM berlangsung tepat sasaran.

“Kemudian dengan sistem sekarang, sistem barcode, nanti pengisian pertalite untuk kebutuhan umum diberlakukan juga untuk nelayan,” jelasnya.

“Jadi, mau tidak mau, suka tidak suka, nelayan ini harus melek digitalisasi. Sehingga tidak terjadi kebocoran-kebocoran,” sambungnya.

Selain BBM, pemerintah daerah juga akan tetap menyalurkan bantuan sarana prasarana (sarpras) penunjang atau pendukung lainnya. Termasuk bantuan dari provinsi juga akan coba dimaksimalkan.

“Tahun ini bantuan untuk sarpras, jaring, mesin, tetap dilakukan sesuai kewenangan kita. Kemudian budidaya, ada kita bantu untuk beberapa KUB. Pengolahan juga ada sesuai budget yang kita punya,” bebernya.

“Untuk bantuan dari provinsi kita juga menunggu. Karena kasihan juga provinsi melayani 10 kabupaten/ kota. Mau tidak mau kita harus antre,” tambahnya.

Untuk diketahui, meskipun keluhan terhadap kelangkaan BBM masih juga terdengar, total produksi ikan Berau sendiri pada tahun 2025, baik dari perikanan laut maupun umum mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, mencapai 30.196,71 ton.

Jumlah itu dipastikan lebih besar dari tahun 2022 lalu dengan total produksi perikanan tangkap mencapai 24.290,05 ton dan perikanan budidaya sebanyak 2.403,7 ton. Selanjutnya lebih tinggi dari tahun 2023 dengan total produksi perikanan tangkap mencapai 24.941,08 ton dan perikanan budidaya 3.895,89 ton. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Also Read:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT