BBM Masih Jadi Kendala Bagi Nelayan, Dewan Minta Pemkab Bangun Kerja Sama dengan Provinsi

KLIK BORNEO – BERAU. Pada tahun 2024 lalu, salah satu problem yang masih menjadi kendala dan menghantui para nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapannya yakni langka dan mahalnya Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Untuk mengatasi hal itu, Anggota DPRD Berau Sakirman mengusulkan agar pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan dan Provinsi (DKP) Kaltim demi memastikan ketersediaan pasokan BBM untuk nelayan.

“Untuk masalah ini memang kita butuhkan kerja sama dengan provinsi agar hal yang sama yang dikeluhkan di tahun lalu tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Disampaikannya, kesulitan dalam mendapatkan BBM tersebut tentu dapat berdampak negatif pada aktivitas penangkapan ikan. Berikutnya, akan mengurangi produksi hasil perikanan.

“Sehingga memang harus ada solusi agar pasokan BBM untuk nelayan dapat terpenuhi dengan baik. Sehingga para nelayan kita ini dapat melanjutkan aktivitas penangkapan ikan dengan lancar,” pintanya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perikanan (Diskan) Berau Yunda Zuliarsih membenarkan bahwa kendala menurunnya produksi ikan laut, umum, dan budidaya juga terjadi karena mahal dan langkanya BBM untuk nelayan.

“Tapi tahun ini kami akan tetap melanjutkan program BBM subsidi kepada nelayan yang sudah didata. Kami juga mengusulkan penambahan kuota BBM kepada DKP Provinsi Kaltim, termasuk pengadaan subsidi solar,” tegasnya singkat. (Adv/Elton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT