Benahi Labuan Cermin, Kejar Kenaikan PAK Tahun Ini

KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kampung Biduk-Biduk terus melakukan berbagai pembenahan terhadap destinasi wisata Labuan Cermin. Pembenahan itu diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK) tahun ini.

Pada tahun 2024 lalu, objek wisata andalan kampung itu telah berkontribusi terhadap PAK sebesar Rp78 juta. Tahun ini, kontribusinya ditargetkan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.

Penjabat (Pj) Kepala Kampung Biduk-Biduk, Ary Gunawan menjelaskan pihaknya akan mulai membenahi tata kelola destinasi unggulan Labuan Cermin menyusul lonjakan kunjungan saat libur Lebaran Idulfitri 2026. Selain penataan pengelola, perbaikan infrastruktur dasar menjadi fokus utama setelah ditemukan sejumlah fasilitas yang dinilai tidak lagi memadai.

Pihaknya pun telah menggelar musyawarah kampung terkait pengelolaan destinasi wisata tersebut. Hal ini dilakukan menyusul terbitnya surat keputusan (SK) kolaborasi pengelolaan Labuan Cermin yang ditandatangani oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan pemerintah kampung.

“Setelah SK kolaborasi keluar, sebelum libur Lebaran kami sudah menunjuk pengelola sementara. Saat ini pengelolaan kami kembalikan ke BUMK, dan menunjuk pengelola teknis di lapangan,” ungkapnya.

Untuk operasional teknis, lanjutnya, pengelolaan Danau Dua Rasa itu kini dipercayakan kepada Lekmalamin dengan melibatkan masyarakat setempat. Sementara itu, kelompok sadar wisata (pokdarwis) belum dilibatkan karena masa kepengurusan sebelumnya telah berakhir dan masih menunggu pembentukan struktur baru.

Tak hanya itu, pemerintah kampung juga melakukan evaluasi terhadap tarif masuk. Penyesuaian harga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fasilitas yang belum sepenuhnya layak, terutama pada akses masuk.

“Jembatan kayu menuju dermaga kondisinya sudah tidak layak. Saat puncak kunjungan kemarin, pengunjung menumpuk di atas jembatan, dan ini berisiko. Selain itu, area parkir dan dermaga tunggu juga masih kurang memadai,” jelasnya.

Disampaikannya, saat ini, loket tiket yang digunakan masih merupakan milik warga. Karena itu, pemerintah kampung berencana mengusulkan perbaikan untuk sarana pendukung yang masih kurang, termasuk area parkir dan loket yang lebih representatif.

Untuk jangka pendek, perbaikan darurat telah dilakukan secara swadaya bersama masyarakat. Terutama untuk perbaikan jembatan di dekat dermaga yang rusak, masyarakat bergotong royong menambal kerusakan di jalur masuk dan jembatan kayu guna memastikan keselamatan pengunjung.

“Untuk dermaga akan kami usulkan ke Dinas Perhubungan, sedangkan jembatan kemungkinan ke DPUPR. Ini memang jadi prioritas evaluasi kami ke depan,” terangnya.

Meski menghadapi keterbatasan infrastruktur, kontribusi Labuan Cermin terhadap pendapatan asli kampung (PAK) cukup signifikan. Tahun ini, pemerintah kampung menargetkan peningkatan pendapatan melalui pengelolaan yang lebih optimal.

Dari sisi tarif, saat ini pengunjung dikenakan biaya Rp370 ribu per kapal untuk maksimal 10 orang (pulang-pergi). Sementara untuk rombongan kecil di bawah 10 orang, tarif dipatok Rp 300 ribu. Anak di bawah lima tahun tidak dikenakan biaya.

Ketersediaan armada kapal juga masih terbatas, dengan hanya tujuh unit yang beroperasi karena sebagian lainnya dalam perbaikan. Kapal-kapal tersebut merupakan aset pengelola dan masyarakat setempat.

Menariknya, pemerintah kampung juga berencana memberikan tarif khusus bagi warga lokal Bidukbiduk. Kebijakan ini diambil agar masyarakat setempat tetap dapat menikmati destinasi wisata di wilayahnya sendiri.

“Jangan sampai warga lokal tidak bisa menikmati karena harga. Kami akan beri diskon khusus,” bebernya.

Diakuinya, lonjakan pengunjung saat libur Lebaran lalu menjadi catatan penting. Bahkan, pihaknya turun langsung membantu pengelola mengurai antrean dan kepadatan di area loket serta dermaga penyeberangan.

Meskipun demikian, antusiasme wisatawan yang tinggi meninggalkan tantangan tersendiri. Karena itu, pemerintah kampung berharap adanya dukungan dari pemerintah kabupaten untuk mempercepat pembangunan dan renovasi fasilitas penunjang.

“Labuan Cermin ini salah satu penyumbang PAD kabupaten. Kami siap mendukung pengembangan, tapi tentu perlu dukungan infrastruktur yang memadai,” tandasnya. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT