KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Dinas Perikanan, kini tengah gencar mendorong diversifikasi mata pencaharian masyarakat pesisir guna mengurangi praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan (destructive fishing). Langkah strategis ini diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) budidaya laut menggunakan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di Kampung Batu Putih dan Talisayan.
Kegiatan yang sukses menarik perhatian puluhan masyarakat yang memiliki potensi laut ini bertujuan memberikan alternatif ekonomi berkelanjutan. Bimtek telah dilaksanakan secara berurutan, yaitu di Kampung Batu Putih pada Kamis (13/11/2025) dan dilanjutkan di Talisayan pada Jumat (14/11/2025).
Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan, Budiono, menjelaskan kepada media pada Sabtu (15/11/2025) bahwa program ini memiliki peran vital. Selain membuka opsi ekonomi baru bagi warga, inisiatif ini juga dirancang untuk mengurangi tekanan eksploitasi pada sumber daya ikan di laut.
“Upaya ini kami lakukan untuk memberikan gambaran jelas terkait prospek dan potensi besar budidaya laut sistem KJA, dengan fokus komoditas unggulan yaitu kerapu,” ungkap Budiono.
Pemilihan komoditas kerapu didasarkan pada potensi pasar yang menjanjikan, waktu budidaya yang relatif singkat, dan harga jual yang stabil. Terlebih, pemasaran komoditas ini unik, sebab sudah terjalin melalui perdagangan kapal-kapal dari Hong Kong yang secara periodik langsung datang melalui perairan Batu Putih dan Maratua.
Budiono menambahkan bahwa potensi budidaya laut di dua wilayah tersebut sangat besar, dengan estimasi luasan mencapai 2.000 hektare yang ideal untuk kerapu, lobster, dan rumput laut.
“Baik Batu Putih maupun Talisayan mempunyai potensi budidaya laut yang sangat luas dan menjanjikan, ini harus kita manfaatkan secara optimal,” jelasnya.
Untuk menjamin kelangsungan program, Dinas Perikanan menjalin kerja sama penyediaan benih dengan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BBAP) Situbondo. Budiono berharap, kolaborasi ini dapat meningkatkan produksi dan mengurangi ketergantungan nelayan pada hasil tangkapan.
“Kami serius mengalihkan kegiatan masyarakat dari penangkapan ikan yang merusak ekosistem ke budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutupnya.(Adv)
Penulis : Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi