Dapati Banyak Ketidaksesuaian Data, DPPKB Kutim Siapkan Pelatihan untuk Kader Desa

KLIK BORNEO – SANGATTA. Kesalahan input dalam pendataan Keluarga Berisiko Stunting (KRS) mendorong Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah cepat dengan menyiapkan pelatihan intensif penggunaan aplikasi.

Bahwa banyaknya ketidaktepatan data bukan disebabkan oleh niat buruk kader, melainkan karena minimnya pemahaman mengenai fitur aplikasi dan standar verifikasi.

“Kesalahan umum terjadi pada informasi sanitasi dan air bersih. Ada yang mencentang opsi memiliki PDAM, padahal tidak ada jaringan air bersih di rumah tersebut,” jelas Kepala DPPKB Kutim, Ahmad Junaedi.

Ia menekankan bahwa pendataan adalah instrumen vital yang harus dipahami dengan benar karena seluruh OPD mengacu pada data tersebut untuk menentukan program intervensi.

Kesalahan input bisa berdampak langsung pada keputusan anggaran, prioritas bantuan, hingga pemetaan risiko program lainnya.

Untuk memperbaiki kualitas pendataan, DPPKB akan menyiapkan Bimbingan Teknis (Bimtek) jemput bola yang menyasar seluruh TPK dan kader desa.

Pelatihan akan dilakukan menggunakan metode tatap muka sederhana di balai desa, aula kecamatan, maupun fasilitas publik lain.

Selain mengajarkan pemahaman teknis aplikasi, pelatihan juga akan membekali kader dengan kemampuan analisis dasar, seperti membedakan rumah layak dan tidak layak, mengidentifikasi jamban tidak sehat, serta melakukan observasi rumah warga secara etis dan sesuai SOP.

DPPKB juga akan menyiapkan panduan visual berupa modul digital yang dapat diakses kapan saja oleh kader.

Dengan rangkaian upaya ini, pemerintah berharap kualitas data KRS akan semakin presisi.

“Data adalah kompas. Jika kompasnya salah, maka arah kebijakan ikut melenceng. Karena itu, kami perkuat dulu SDM-nya,” pungkasnya.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT