KLIK BORNEO – SANGATTA. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus memperketat sistem pendataan penerima bantuan pendidikan.Hasil verifikasi terbaru menunjukkan adanya ribuan data siswa yang tidak lagi sesuai dengan kondisi di lapangan.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengungkapkan, dari total data penerima bantuan sebanyak 13.000 siswa, sebanyak 4.000 data di antaranya kini sedang dalam proses verifikasi ulang. “Sebagian siswa sudah tidak bersekolah atau pindah domisili. Maka, kami wajib memastikan data ini dikonfirmasi ke Disdukcapil dan Pusdatin sebelum dilakukan pembaruan,” ucap Mulyono, Selasa (18/11/2025).
Ia menjelaskan, langkah ini menjadi bagian dari reformasi data pendidikan agar penyaluran bantuan lebih transparan dan tepat sasaran. Setelah dilakukan verifikasi sementara, jumlah penerima bantuan berkurang menjadi 9 ribu siswa.
Penyesuaian ini, menurutnya, merupakan bukti bahwa sistem data kini semakin bersih dan akurat. Mulyono menegaskan, pihaknya tidak akan menyalurkan bantuan sebelum seluruh data diverifikasi.
“Kami ingin memastikan tidak ada penerima ganda, dan semua siswa penerima benar-benar layak,” tegasnya. Disdikbud juga menggandeng perangkat desa serta pihak sekolah dalam proses validasi agar seluruh data di lapangan bisa dikonfirmasi langsung oleh pihak berwenang.
Dengan sistem baru ini, diharapkan ke depan semua bantuan pendidikan di Kutim dapat disalurkan secara efisien, transparan, dan tepat sasaran.(ADV)