KLIK BORNEO – BERAU. Dana Desa (DD) tahun 2026 yang akan disalurkan untuk semua kampung di Kabupaten Berau mengalami penurunan hingga mencapai 50 persen dari tahun 2025 lalu.
Saat ini, anggaran tersebut juga belum dicairkan ke semua kampung yang ada. Lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau masih menentukan skala prioritas penggunaan anggaran yang ada.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu menjelaskan saat ini proses pencairan DD sedang dikebut. Pemerintah juga akan mencairkan sesuai skala prioritas yang diusulkan kampung.
“Untuk dana desa masih berproses, masih meramu, menentukan yang prioritas. Mungkin Kampung hitung-hitungan dulu mana yang jadi prioritas. Karena penurunannya drastis sekali,” ungkapnya.
Secara prioritas, lanjut Tenteram, DD tahun ini akan dimaksilkan untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Bantuan Langsung Tunai (BLT), serta berbagai program Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang menjadi ujung tombak pembangunan kampung.
“Lalu gaji perangkat desa yang paling pertama, gaji BPK, insentif RT, itu harus. Lalu beberapa kegiatan LKD harus tetap dijalankan, posyandu, kader posyandu,” jelasnya.
“Ujung tombak itu harus tetap dijalankan. Kalau ada sisa untuk kegiatan fisik ya alhamdulillah. Kalau tidak ya sabar, ini ujian,” sambungnya.
Dengan adanya skala prioritas itu, diakui Tenteram, beberapa kampung berpotensi tidak akan menerima kucuran dana untuk kegiatan pembangunan fisik di kampungnya masing-masing. Sedangkan beberapa kampung lainnya masih bisa memiliki peluang tersebut.
“Untuk syarat pencairan tetap sama, tidak ada perubahan. Lalu kalau yang pendapatan asli kampungnya lumayan mereka tetap bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat di luar transfer pemerintah,” tandasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi