Dikuras Pengetab Kemana Larinya Pertalite?

BERAU. Belakangan, antrean SPBU hingga menyebabkan macet jadi pemandangan sehari-hari. Ironisnya, antrean solar dan pertalite oyang didominasi pengetap tidak sesua harapan masyarakat di lapangan. Sebab ditingkat pengecer justru banyak yang hanya menjual Pertamax. trend ini justru membuat pertanyaan besar di masyarakat. Kemana Pertalite yang di tampung pengetap.

Warga keluhkan sulitnya mendapatkan BBM di SPBU karena harus mengantre panjang. “Jad kadnag beli eceran, tetapi yang dijual justru pertamax terus kemana pertalite sama solar yang antreannya panjang setiap hari, sampa jalanan macet,” tanya Sultan, salah seorang warga Berau.
Ia berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian lebih kepada persoalan seperti ini. Sebab BBM menurutnya memiliki dampak yang sangat luas pada banyak aspek kehidupan, terutama ekonomi.
“Aturlah itu yang antre di badan jalan menyebabkan macet parah, apalagi kalau pagi orang mau turn kerja dan anak-anak sekolah, juga sore saat pulang kerja,” harapnya.
Ketua Komisi II DPRD Berau, Andi Amir Hamsyah menegaskan, pihaknya juga sudah mendapatkan laporan ini. Apalagi, Andi AMir mengaku dirinya sendiri kerap terjebak macet saat hendak turun ke kantor DPRD.
:Jad terkat masalah ini, sekitar setengah bulan lalu ada warga yang melaporkan masalah ini,ribut-ribut, saya langsung telpon pihak Pertamina untuk segera mengatasi masalah ini,” ungkapnya Senin (11/12) kemarin.
And menyampaikan, agar pihak Pertamina memperhatikan masalah antrean pertalite tetapi yang beredar di tingkat pengecer justru Pertamax. Pertamina dmintanya bisa menelusuri dan menyelesakan amsalah ini.
Termasuk permasalahan antrean. Karena antrean ini juga meresahkan masyarakat dan mengganggu karena menyebabkan macet setiap hari. KOmisi II menuutnya yang membidangi masalah ini tentu harus turn tangan apalagi menjad keluhan masyarakat. Andi menegaskan bukan mencari-cari amsalah karena memasuki tahun politik apalagi mencari panggung atau pencitraan.
“Karena jangan kadang kita digiring kearah itu, disebut dewan nyari-nyari panggung, nyari-nyari masalah karena masuk tahun politik, padahal ini adalah persoalan nyata d lapangan  dan ada laporan masyarakat,” jelasya.
Sebelumnya, meskipun ada antrean namun tidak sampa parah dan tidak terlalu mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
“Tolong selesikan ini, antrean ini diurai. Dulu sudah bagus, ini macet lagi, jadi dia (pihak Pertamina) janji akan menyampaikan kepada semua yang punya SPBU, jika tidak ada hasil kita turn sidak,” tutupnya.(//)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT