KLIK BORNEO – BERAU. Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau kembali menghadirkan musisi Tri Suaka dan istrinya Nabila untuk meramaikan event Matatua Musik Festival tahun 2025.
Sekretaris Pembina Disbudpar Berau, Abdul Majid menjelaskan kegiatan Maratua Musik Festival tersebut bertujuan untuk mempromosikan wisata Berau dengan berbagai kekayaan alam dan budayanya termasuk wisata Maratua.
“Jadi, kita mempromosikannya dengan menghadirkan musisi yang ada di nasional,” ungkapnya.
Disampaikannya, promosi wisata Berau merupakan fokus dan misi pemerintah daerah lima tahun ke depan. Berikutnya, sebagai langkah untuk memantapkan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan sekaligus pengganti sektor tambang.
“Ini misi bupati 5 tahun ke depan, karena andalan kami memang tambang. Tapi tambang ini 10 tahun ke depan akan tergerus. Sehingga kami harus bertransformasi dan berkiblat ke pariwisata,” jelasnya.
Demi mengembangkan pariwisata itu, lanjutnya, pihaknya juga terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Terutama dalam kaitannya dengan menggaet wisatawan berkunjung ke Berau.
“Kita sering bekerja sama dengan teman-teman dari Jogja untuk kembangkan konsep-konsep agar kunjungan kita lebih banyak. Jadi, bukan hanya Maratua tapi juga Biduk-Biduk, daerah pesisir, Kelay, dan Segah,” terangnya.
Terkait pendataan pengunjung, Majid menegaskan Disbudpar Berau mulai menerapkan sistem digital untuk melalui penggunaan QR Code atau gelang tangan. Penerapan sistem ini dilakukan untuk pertama kalinya pada ajang Maratua Musik Festival.
“Kita bisa tau siapa saja yang datang, baik wisatawan lokal maupun asing. Ini menjadi bahan evaluasi kerja karena baru pertama kali kita terapkan,” bebernya.
Menurutnya, penggunaan QR Code juga memudahkan pihaknya dalam mendata wisatawan terhadap kegiatan seni dan budaya yang digelar di wilayah Kabupaten Berat. Sistem ini diharapkan terus disempurnakan untuk pelaksanaan event tahun-tahun berikutnya.
“Mudah-mudahan di tahun 2026 nanti bisa lebih baik lagi. Hasil dari sistem barcode ini akan menjadi dasar bagi pengembangan konsep event pariwisata selanjutnya,” paparnya.
Selain Maratua Musik Festival, sistem ini juga mulai diterapkan pada Karrap Fest yakni kegiatan budaya berskala kabupaten yang menampilkan berbagai pertunjukan dan kuliner khas daerah.
“Untuk Karrap Fest, dua hari pelaksanaan sudah tercatat sekitar dua ribu pengunjung, baik dari luar daerah maupun warga Berau sendiri. Semua kita data untuk dijadikan database pengembangan pariwisata ke depan,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi