KLIK BORNEO – BERAU. Kekurangan tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Berau masih menjadi salah satu problem yang masih dikeluhkan di tengah upaya pemerintah daerah membangun sektor pertanian yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, tahun ini melalui jalur seleksi CPNS, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) berupaya menambah tenaga yang ada sejumlah 35 orang. Jumlah itu pun diharapkan bisa tercapai agar perlahan bisa mengatasi kekurangan yang ada.
Kepala UPT Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BP3) DTPHP Berau, Ilhamdi menjelaskan tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Berau berjumlah 45 orang. Jumlah itu tentu masih jauh dari kebutuhan Berau yang memiliki 100 kampung.
“Karena di undang-undang, satu kampung, satu penyuluh. Makanya kemarin saya coba menambah di angka 50, tapi yang disetujui 35 orang,” ungkapnya, Sabtu (28/12/2024).
“Penambahan ini lewat jalur PNS. Sudah tes, tinggal menunggu apakah diterima semua atau tidak,” sambungnya.
Diakuinya, para penyuluh merupakan ujung tombak pembangunan sektor pertanian. Kehadirannya juga tentu dibutuhkan untuk mendampingi kelompok tani Berau yang saat ini sudah mencapai 867 kelompok.
Selain personel penyuluh, sarana dan prasarana pendukung kegiatan penyuluh juga dibutuhkan. Karena itu, pihaknya terus berjuang agar berbagai kekurangan sarpras ini dapat dipenuhi seiring tercukupinya anggaran.
“Kalau sarpras lewat Bankeu Provinsi seperti pengadaan ATK, pelatihan, paket data, dan BBM,” pungkasnya. (Elton)