KLIK BORNEO – BERAU. Anggota DPRD Berau, Ratna mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau yang terus berusaha melakukan penarikan retribusi di berbagai objek wisata.
Sesuai data Disbudpar Berau, tahun ini fokus penarikan retribusi akan diarahkan ke Kios Souvenir dan Kuliner di Kecamatan Tanjung Batu. Langkah itu dilakukan mengingat hingga saat ini baru empat objek wisata yang menyumbang retribusi untuk pendapatan asli daerah (PAD).
Meskipun demikian Ratna mengingatkan agar penarikan retribusi itu dilakukan dengan sosialisasi terlebih dahulu. Agar upaya penarikan berjalan lancar dan tidak menimbulkan gejolak di lapangan.
“Tentu kita dukung. Apalagi tahun lalu sumbangan dari pajak dan retribusi malah lebih rendah dari tahun 2024,” ungkapnya.
Disampaikannya, sudah saatnya pemerintah daerah memaksimalkan penerimaan dari pajak dan retribusi objek wisata. Karena itu, upaya penarikan retribusi di Tanjung Batu menjadi langkah penting yang harus diambil.
“Memang target penarikan retribusi itu diutamakan untuk yang pengunjungnya banyak dan konsisten selalu tinggi tiap tahun,” jelasnya.
“Sekarang difokuskan ke Tanjung Batu. Bukan tidak mungkin yang lain juga akan menyusul,” sambungnya.
Ratna berharap tak hanya Tanjung Batu yang menjadi sasaran. Semua destinasi yang belum terjamah juga harus bisa disasar. Apalagi Berau memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa.
“Kita harapkan dari sisi retribusi ini makin bagus. Tak hanya penarikan, mekanisme penarikan juga harus diatur dengan baik supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi