KLIK NORNEO – SANGATA. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pariwisata kembali menghadirkan agenda besar di tahun 2025. Salah satu kegiatan unggulan yang tengah dipersiapkan adalah Festival Bahari Nusantara yang akan digelar di Pulau Miang. Event ini digadang menjadi ajang promosi potensi bahari sekaligus penggerak ekonomi kreatif di wilayah pesisir Kutai Timur.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutim, Akhmad Rifanie, menyampaikan bahwa festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif, komunitas lokal, dan relawan muda. “Festival ini menjadi salah satu kegiatan utama untuk mengangkat potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah pesisir,” ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (8/11/2025).
Festival Bahari Nusantara akan berlangsung selama beberapa hari dengan beragam kegiatan yang menggabungkan unsur hiburan, edukasi, dan budaya maritim. Selain menampilkan pertunjukan seni dan kuliner lokal, kegiatan ini juga menghadirkan pameran produk kreatif serta lokakarya yang melibatkan masyarakat pesisir.
Rifanie menjelaskan bahwa selain Pulau Miang, beberapa lokasi lain juga akan menjadi pusat kegiatan kreatif, seperti Embong Banyulangit di Kombeng dan Pekan Ekonomi Kreatif di Sangatta. Seluruh agenda tersebut merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat 17 subsektor ekonomi kreatif yang sedang dikembangkan di Kutai Timur, termasuk musik, film, dan kuliner.
Ia menambahkan, berbagai kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Peningkatan kunjungan wisatawan diprediksi akan mendorong omzet pelaku UMKM, usaha kuliner, hingga layanan penginapan di sekitar lokasi acara.
Selain fokus pada dampak ekonomi, Dinas Pariwisata Kutim juga menekankan pentingnya efisiensi dan kualitas pelaksanaan event. Setiap kegiatan diharapkan mampu mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas daerah.
Beberapa festival sebelumnya, seperti Festival Lom Plai, telah berhasil menembus level nasional bahkan internasional. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus menghadirkan event dengan standar yang lebih baik.
Menutup pernyataannya, Rifanie mengajak masyarakat dan desa-desa sekitar Pulau Miang untuk turut mendukung penyelenggaraan festival ini. “Asal terkonsep baik, kami akan fasilitasi penuh agar event memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan pariwisata Kutim,” pungkasnya.(ADV)